Breaking News:

Jokowi

Inilah Raport Merah Jokowi Selama 1,5 Tahun Pimpin Jakarta

Selama 1,5 tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta, raport Joko Widodo tercoreng dalam penanganan kemacaten

Penulis: | Editor: Suprapto
Wartakotalive.con/Adhy Kelana
Kemacetan lalu lintas di kawasan Pasar Tanahabang, Jakarta Pusat, kembali mengular, Sabtu (1/3). Penyebabnya karena pedagang kaki lima (PKL) kembali turun ke jalan dan parkir liar menjamur. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Selama 1,5 tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta, raport Joko Widodo tercoreng dalam penanganan kemacaten. Berdasarkan survei Indikator, masyarakat menilai kemacetan di era Jokowi lebih parah dibandingkan sebelumnya.

"60,1 persen warga DKI menilai kondisi kemacetan tahun ini lebih parah dibandingkan kondisi sebelumnya. 25,8 persen mengatakan sama saja dan hanya 10,8 persen saja yang mengatakan semakin berkurang," ujar Burhanudin Muhtadi, Direktur Indikator, dalam rilis survei 'Pro-Kontra Seputar Pencalonan Jokowi di Mata Pemilih' di Cikini, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Walau mengaku lebih parah, mayoritas warga DKI masih mengaku puas dengan kinerja Jokowi mengatasi atau mengurangi kemacetan.

Sebanyak 89,6 persen mengaku puas dan sangat puas, 49,1 persen mengaku kurang puas dan hanya dua persen yang mengaku tidak puas sama sekali.

Menurut Burhan, hal tersebut disebabkan karena masyarakat DKI mempersepsikan Jokowi sebagai gubernur menjalankan kerjanya sehingga sebagian besar warga DKI tetap mengaku puas.

Sementara terkait kepuasan penanganan banjir, 67,4 persen mengaku puas dan sangat puas, 30,1 persen mengaku kurang puas dan 0,3 persen mengaku tidak puas sama sekali dan selebihnya tidak tahu.

Terkait penilaian, 49,4 persen mengaku penanggulangan banjir di DKI lebih parah, 21,3 persen mengaku sama saja, 22,6 persen mengaku semakin berkurang, 5,5 persen menilai jauh lebih bekurang dan sisanya tidak menjawab.

Secara umum, 82,2 persen mengaku cukup dan sangat puas, 14,3 persen mengaku kurang puas, 0,3 tidak puas sama sekali dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Kepuasan masyarakat tersebut karena program Jokowi yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang terjangkau di mana kepuasannya 92,7 persen, penertiban pedagang kali lima di Tanah Abang yang mencapai angka kepuasannya 91,2 persen, menyediakan pendidikan yang terjangkau 89,5 persen, pembangunan Waduk Pluit 76,7 persen dan pembangunan Waduk Ria Rio yang mencapai kepuasan 64,4 persen.

Survei tersebut dengan melibatkan sampel basis 400 responden di DKI dan 2.050 responden tingkat nasional dan umurnya 17 tahun atau lebih. Survei dilaksanakan dengan metode wawancara pada periode 18 Januari - 2 Februari 2014. Survei tersebut kerja sama Indikator Politik Indonesia dan Rumah Kebangsaan dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau margir of error kurang lebih 2,4 persen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved