Sabtu, 11 April 2026

Konsumen Lansia di Eropa dan Amerika Latin Kurang Beruntung

Para konsumen lansia di Eropa dan Amerika Latin tidak seberuntung sebayanya di Amerika Utara, Asia-Pasifik dan Timur Tengah/Afrika.

WARTA KOTA, JAKARTA - Para konsumen lanjut usia (lansia) di Eropa dan Amerika Latin tidak seberuntung sebayanya di kawasan Amerika Utara, Asia-Pasifik dan Timur Tengah/Afrika.

Temuan terbaru Nielsen yang diperoleh dari hasil Survei Global Nielsen about Aging dan dirilis Nielsen Indonesia Senin (10/3/2014) menunjukkan, kawasan Amerika Utara meraih persentase tertinggi untuk memenuhi kebutuhan responden yang tergolong lansia. Berbagai produk, jasa dan fasilitas toko di kawasan ini dinilai telah memenuhi kebutuhan kaum lansia berusia 65 tahun ke atas saat mereka berbelanja.

Survei ini dilaksanakan pada 14 Agustus hingga 6 September 2013. Responden yang disasar sebanyak 30.000 konsumen online di 60 yang berada di kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara.

Selanjutnya disebutkan, sebanyak 46 persen responden orang Eropa di kawasan Eropa dan 48 persen orang Amerika Latin dari kawasan Amerika Latin yang disurvei menyatakan tidak dapat menemukan produk makanan yang memenuhi kebutuhan diet spesial.

Di Eropa, 45 persen responden lansia meyakini toko tempat mereka berbelanja tidak dilengkapi dengan lorong-lorong khusus untuk produk kebutuhan konsumen lansia/difabel, dan lebih dari setengahnya tidak dapat menemukan keranjang belanja elektronik (59 persen) atau mendapatkan bantuan untuk membawa tas belanja ke mobil (52 persen).

Lebih dari 4 di antara 10 orang Amerika Latin yakin bahwa toko-toko ritel tidak menyediakan bangku untuk duduk (49 persen), lorong khusus untuk untuk produk khusus lansia (45 persen) atau tempat antrean pembayaran khusus untuk konsumen lansia/difabel (43 persen).

Todd Hale, Senior Vice President, Consumer & Shopper Insights Nielsen mengemukakan, temuan-temuan ini merupakan peringatan bagi produsen, peritel dan pemasar lain untuk mendukung berbagai upaya memenuhi kebutuhan konsumen lansia.

"Jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas sudah melebihi anak-anak usia di bawah 14 tahun di negara-negara maju yang dimaksud antara lain Jepang, Jerman dan Italia," katanya.

Hale juga mengemukakan, ketika peritel dan produsen dituntut untuk menciptakan diferensiasi produk dan jasa mereka, yang perlu mereka lakukan hanyalah mendengarkan permintaan pertolongan yang datang dari konsumen lansia di setiap bagian di dunia.

“Improvisasi seperti memperbesar ukuran huruf pada label produk dan penunjuk arah, mengatur penempatan produk sesuai dengan usia tertentu di satu tempat pada rak yang mudah digapaidan menawarkan layanan konsumen yang ramah, dapat membangun loyalitas untuk jangka panjang,” demikian kata Todd Hale.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved