Bursa Capres 2014
Survei: Jokowi Teratas Walau Diduetkan dengan Figur Lemah
Survei yang dirilis Cirus Surveyors Group, Sabtu (8/3/2014), menunjukan popularitas Joko Widodo masih tinggi dibanding figur lain
WARTA KOTA, JAKARTA - Survei yang dirilis Cirus Surveyors Group, Sabtu (8/3/2014), menunjukan popularitas Joko Widodo masih tinggi dibanding figur-figur yang ada saat ini seperti Prabowo Subianto, Wiranto, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Megawati, dan Dahlan Iskan.
Bahkan disandingkan dengan siapa pun pria yang akrab disapa Jokowi tesebut tetap bertengger pada rangking teratas berdasarkan survei Cirus Surveyors Group.
Cirus dalam surveinya melakukan beberapa simulasi. Simulasi pertama menduetkan Jokowi dengan Puan Maharani, saingannya Prabowo disandingkan dengan Hatta Rajasa, Wiranto dengan Hary Tanoe, dan Aburizal Bakrie disandingkan dengan Mahfud MD.
Hasilnya, Jokowi-Puan berada di urutan teratas dengan responden yang memilih sebanyak 38,5 persen disusul Prabowo-Hatta dengan responden yang memilih 20,6 persen, Wiranto-Hary Tanoe 11,7 persen, ARB-Mahfud 9,0 persen, sisanya tidak menjawab sebesar 20,2 persen.
Simulasi kedua, Jokowi disandingkan dengan JK, Prabowo dengan Dahlan Iskan, dan ARB dengan Mahfud, Jokowi-JK mencapai angka tertinggi sebesar 52,8 persen responden yang memilih, disusup Prabowo-Dahlan Iskan sebanyak 20,5 persen, ARB-Mahfud 9,9 persen, dan 16,9 persen responden memilih tidak menjawab.
Simulasi ke tiga, Jokowi disandingkan dengan Mahfud MD, Prabowo dengan Suryadharma Ali, ARB-Khofifah. Hasilnya Jokowi-Mahfud berda diposisi pertama dengan 47,6 persen responden, Prabowo-Suryadharma 21,1 persen responden, ARB-Khofifah 9,4 persen responden, sisanya 21,9 persen responden tidak menjawab.
Simulasi ke empat, Jokowi disandingkan dengan Agus Marto, Prabowo dengan Hidayat Nurwahid, ARB dengan Dahlan Iskan.
Hasilnya Jokowi-Agus Marto bertengger di posisi pertama dengan perolehan 43,5 persen responden, Prabowo-Hidayat 22,4 persen responden, ARB-Dahlan Iskan 11,5 persen, sisanya 22,6 persen responden tidak menjawab.
Semilusi ke lima, Jokowi disandingkan dengan Hatta Rajasa, Prabowo disandingkan dengan Jusuf Kalla, ARB disandingkan dengan Hidayat Nur Wahid.
Jokowi-Hatta berada diurutan pertama dengan perolehan responden 44,7 persen, disusul Prabowo-JK dengan 26,5 persen responden, ARB-Hidayat kebagian 9,4 persen responden, sisanya 19,4 persen responden memilih tidak menjawab.
Bila disimulasikan 2 pasangan dimana Jokowi disandingkan dengan Jususf Kalla dan Prabowo disandingkan dengan Hidayat Nurwahid, justru hasilnya sangan jomplang, 57,3 persen responden memilih Jokowi-JK, sementara Prabowo-Hidayat hanya mendapatkan 23,1 persen. Sisanya 19,6 persen memilih tidak menjawab.
Dari gambaran tersebut, jelas bahwa siapa pun pendamping Jokowi saat Pilpres peluang untuk menjadi presiden sangat tinggi dibandingkan tokoh lainnya.
"Dalam keadaan Joko Widodo maju dengan pasangan paling lemah dan prabowo maju dengan pasangan terkuat (Prabowo-JK), Pilpres tetap akan dimenangkan Jokowi, apabila PDI Perjuangan mencapreskan Jokowi," kata Direktur Eksekutif Cirus Surveyors Group Andrinof A Chaniago di Komplek Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan.
Hal tersebut terlihat dalam hasil survei saat Jokowi disandingkan dengan Puan Maharani. Menurut Kadek Dwita Apriani selaku Direktur Riset Surveyor Group wacana menduetkan Jokowi-Puan di internal PDI Perjuang tidak ada. Selain itu perolehan Puan Maharani untuk menjadi Capres pun sangat kecil dibawah 1 persen responden.
"Sehingga dengan siapa pun, Jokowi akan menang kalau dia tetap sebagai calon presidennya," katanya.
Survey Cirus Surveyor Group dilakukan terhadap 2200 responden yang telah berumur 17 tahun keatas atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah. Adapun survei tersebut dilakukan terhadap 220 desa/kelurahan di 33 provinsi pada 20-26 Februari 2014 deng margin eror kurang lebih 2 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Perbandingan responden yang berada di desa dan kota 57 persen berbanding 43 persen.