Breaking News:

Liga Perancis

Marseille Optimis Tiga Besar

Marseille harus menyapu bersih enam laga kandang dari 11 laga sisa, termasuk lawan Nice, Sabtu (8/2) dini hari nanti.

Warta Kota/AFP; Grafis: Barlinsk
Preview laga Marseille vs Nice. 

WARTA KOTA, MARSEILLE - Raksasa klub sepakbola Perancis, Olimpique Marseille tak lagi berambisi menjadi juara Liga Perancis. Target realistis juara Ligue1 2009-2010 itu, kini bergeser hanya ke peringkat ketiga, zona terakhir Liga Champions.

Saat ini Marseille berada di peringkat kelima atau selisih lima poin dengan peringkat empat Saint Ettiene dan enam poin dengan Lille. Sedang peringkat pertama dan kedua yakni PSG dan AS Monaco dianggap tak akan mungkin terkejar lagi.

Target itu akan tercapai dengan syarat, Marseille harus menyapu bersih enam laga kandang dari 11 laga sisa, termasuk lawan Nice, Sabtu (8/2) dini hari nanti. Juga lawan Bordeaux (Minggu ke-37), klub yang tak pernah menang sejak 1 Oktober 1977.

Adapun optimisme Marseille mencapai peringkat tiga disampaikan 74 persen responden dalam survei via internet. Para pendukung Marseille yakin hal itu bisa tercapai karena Marseille tak lagi menghadapi PSG dan AS Monaco. Pasalnya, oleh dua raksasa baru Perancis itu, Marseille selalu keok. Terakhir tanggal 2 Maret lalu, Marseille dikalahkan PSG 0-2, maka klub tersebut ingin segera melupakannya.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah buat Pelatih Marseille, Jose Anigo. Apalagi saat ini dua striker andalannya tak bisa dimainkan. Topscorer Andre Pierre Cignag kena hukuman larangan bertanding, sedangkan Saber Kehilfa dalam kondisi cedera.

Beruntung para pemain Nice juga lebih banyak yang tidak dalam kondisi fit. Tercatat ada enam pemain Nice cedera dan satu pemainnya kena larangan bertanding. Dengan kondisi itu, Nice mengalami empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.

Sebelum laga ini, Marseille mengalami pengalaman pahit bertemu Nice di Piala Perancis 22 Januari lalu. Saat itu Anigo menuding otoritas sepak bola Perancis memperlakukan timnya dengan tidak adil perihal pertandingan mereka dengan Nice pada saat itu.

Pertandingan di Stade Veldorome itu dimainkan hanya 48 jam setelah tengah pekan yang padat di mana banyak dimainkan pertandingan persahabatan internasional. Anigo mengatakan bahwa dengan banyaknya pemainnya yang terlibat, Marseille akan mendapat perlakuan tidak adil.

“Saya cemas perihal pertandingan dengan Nice. Itu membuat kami mengeluarkan 50 ribu euro untuk memulangkan (para pemain) sehingga kami dapat berkumpul satu malam sebelum pertandingan dengan hanya satu sesi latihan,” kata Anigo, kemarin.

Marseille meminta waktu pelaksanaan pertandingan itu digeser untuk memastikan “kompetisi yang adil,” namun upaya mereka tidak berhasil. Hasilnya Mathieu Valbuena dan kawan-kawan kalah secara menyakitkan. Karena itu, Anigo tak mau pengalaman itu terulang lagi. (wit)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved