Kampung Deret
Warga Sukapura Ingin Program Kampung Deret
Sudah 3 tahun wanita asal Madura ini menyandang status sebagai janda. Apabila malam datang, wanita paruh baya ini kedinginan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, CILINCING— Beratapkan asbes dan berdindingkan triplek, H. Nur Hama (63) tinggal seorang diri. Sudah tiga tahun wanita asal Madura, Jawa Timur ini menyandang status sebagai janda. Apabila malam datang, tak jarang tubuh wanita paruh baya ini kedinginan.
Hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang ini, menyeruak dari celah atap itu. Saat ditemui Warta Kota pada Senin (3/3) siang, Hama tengah meratapi puing-puing bangunannya.
Ia tak menduga, rumah berbahan semen yang dibangun sejak 1988 itu, kini rata dengan tanah. Makanya sudah sebulan ini Hama tinggal di rumah bahan semi permanen hasil swadaya masyarakat. "Rumah emak sudah hancur semua, barang dagangan juga nggak ada yang berhasil diselamatin. Semuanya hancur," kata Nur Hama saat ditemui Warta Kota pada Senin (3/3).
Pertengahan Januari 2014 lalu, Kali Cakung Lama yang berada di depan rumahnya meluap. Kawasan permukiman di sana terendam banjir setinggi 1,5 meter. Praktis hampir seluruh warga beralih ke posko pengungsian.
Banjir yang merendam rumah Hama selama seminggu itu, membuat bangunan lapisan semen dan kayunya semakin keropos. "Kalau tidak salah 18 Januari lalu rumah ini ambruk. Beruntung saat itu, emak lagi ngungsi ke rumah menantu di Semper Barat," ujar warga yang tinggal di Jalan Lestari RT 01/10 Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara itu.