Palak Pelajar, Dua Pengamen Dicokok

Salah seorang pengamen yang bernama Ical kemudian duduk di sebelah Ogin.

Palak Pelajar, Dua Pengamen Dicokok
Warta Kota

WARTA KOTA, PESANGGRAHAN - Peristiwa pemalakan dalam angkutan umum kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Ogin (15) pelajar Sekolah Menengah Pertama Kelas IX.

Berdasarkan Berita Acara Pelaporan (BAP), peristiwa pemalakan tersebut diungkapkan Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Dedy Arnady bermula saat Ogin yang hendak pulang ke rumahnya di bilangan Kreo, Ciledug, Jakarta Selatan menumpang sebuah Metromini S69 Blok M-Ciledug pada Senin (03/03/2014) siang.

Awalnya perjalanan Ogin berjalan aman dan biasa saja. Namun, sesampainya Metromini melewati di Jalan Raya Cileduk, tepatnya depan Pasar Impres Petukangan Selatan, kedua pengamen yang diketahui bernama Tisar Himawan alias ICAL (20) dan Asep Solihin (23) naik dan mulai menyanyikan sebuah lagu.

Setelah puas menyanyikan satu lagu, keduanya kemudian berjalan menyisir mulai dari bagian depan hingga bagian belakang Metromini untuk meminta sumbangan kepada seluruh penumpang. Namun langkah keduanya kemudian terhenti saat melihat Ogin yang sedang duduk sendirian.

Salah seorang pengamen yang bernama Ical kemudian duduk di sebelah Ogin. Tanpa banyak basa-basi, Ical kemudian meminta paksa ponsel milik Ogin dengan alasan untuk menelpon pacarnya.

Ogin yang melihat penampilan kedua pengamen yang terlihat urakan penuh tato itu pun segera menyerahkan ponsel merek Smartfren Andromax G berwarna hitam miliknya.

Tetapi malang, sesaat Ogin hendak turun dan meminta kembali ponsel miliknya, sebilah pisau lipat kemudian ditempelkan oleh Ical ke perutnya dan mengancaman akan menusuk dirinya.

Mendapat perlakuan tersebut, Ogin akhirnya pasrah dan segera turun dari Metromini. Tetapi langkah Ogin kemudian berhenti dan tergerak untuk mengejar kembali Metromini yang masih ditumpangi oleh kedua pengamen jalanan tersebut.

Ogin yang tidak rela kehilangan ponsel pemberian orangtuanya itu kemudian memberhentikan ojek dan mulai mengikuti arah metromini pergi. Sayangnya pengejaran Ogin tidak berbuah manis dan kehilangan jejak kedua pemalak yang merampas ponselnya.

Dirinya kemudian bergegas meminta sang tukang ojek untuk mengantarkannya ke Mapolsek Pesanggrahan untuk mengadukan peristiwa pemalakan yang dialaminya siang tadi. Namun pucuk dicinta ulam pun tiba, sesaat dirinya hendak berangkat ke kantor Polisi, remaja tanggung itu kemudian secara tidak sengaja melihat kedua pelaku melintas.

Dirinya pun segera mengadu hingga akhirnya petugas Kepolisian Polsek Pesanggrahan berhasil mengamankan pelaku. "Kedua pelaku memang sering terlihat di daerah Cipulir dan Pasar Kebayoran lama. Keduanya kini sudah kami amankan," jelasnya.

Merunut peristiwa tersebut, Kapolsek menjgimbau masyarakat khususnya pengguna kendaraan umum agar tidak memperlihatkan barang berharga saat bepergian, karena secara langsung dapat memancing kejahatan. "Langkah itu supaya tidak memancing sekaligus menghindari kejahatan," tambahnya.

Kini kedua pengamen tersebut meringkuk dalam sel tahanan Mapolsek Pesanggrahan, anggota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu unit ponsel merek Smartfren Andromax G, sebilah pisau lipat dan sebuah tas hitam milik pelaku.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman lima tahun penjara.

Tags
pemalakan
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved