Pemilu 2014

PDI Perjuangkan Hanya Manfaatkan Popularitas Jokowi

Masuknya nama Gubernur DKI Jakarta Jokowi sebagai juru kampanye PDIP dianggap hanya memanfaatkan popularitasnya.

PDI Perjuangkan Hanya Manfaatkan Popularitas Jokowi
Wartakotalive.com/Suprapto
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Masuknya nama Gubernur DKI Jakarta Jokowi sebagai juru kampanye PDIP dianggap hanya memanfaatkan popularitas mantan Wali Kkota Solo tersebut agar PDIP bisa meraih suara optimal di pemilu legislatif (pileg) 2014.

Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan elektabilitas PDIP bisa terdongkrak jika mengumumkan Jokowi sebagai calon Presiden sebelum hari pencoblosan pileg. Namun bila tidak diumumkan sebelum pileg, belum tentu suara PDIP terdongkrak.

"Jokowi hanya juru kampanye saja toh, dan belum tentu calon Presiden. Katakan saat pileg PDIP dapat 24 persen suara. Tiba-tiba capresnya bukan Jokowi. Masyarakat akan marah, merasa dikhianati," papar Hamdi kepada Tribunnews.com-- Grup Wartakotalive.com--, Sabtu (1/3/2014).

"Kalau masyarakat lihat, ternyata bukan Jokowi capres Anda, ternyata orang lain. Jangan main-main juga. Hitung dengan matang kemungkinan-kemungkinan itu," lanjutnya.

Mengenai kabinet bayangan yang dibentuk PDIP, Hamdi menilai agak lucu dan aneh. Karena menurutnya hak untuk menentukan susunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden, dan bukan hak parpol. Ia menuturkan saat ini saja belum jelas siapa capres yang diusung PDIP.

"Sekarang yang paling penting, siapa Presidennya. Agak aneh PDIP membuat kabinet bayangan. Ini kan sistem presidential, Menteri itu kan hak prerogatif Presiden. Tanya dulu dong Presidennya, Presidennya siapa belum jelas," cetusnya.

"Tidak mendongkrak juga (isu kabinet bayangan PDIP) untuk suara PDIP. Orang sekarang pengen tahu, siapa capres anda," tandasnya.

Penulis:
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved