Hasjim Djalal Membuat New York Menjadi Milik Indonesia
Saat itu, Hasjim Djalal mewakili Indonesia di United Nations Convention on the Law of the Sea.
WARTA KOTA, TANAHABANG - Bagai memanen mata air yg tak pernah kering. Peribahasa itu disematkan I Made Andi Arsana kepada diplomat ulung dan pakar kelautan Hasjim Djalal. Ya, beragam ilmu didapatnya dari sang guru.
"Beliau kerap kali berbagi cerita humanis. Namun, satu hal yang disampaikan oleh beliau. Otak memang penting. Tapi, watak lah yang membuat orang mencapai karier tertinggi," tutur murid Hasjim Djalal tersebut dalam acara peluncuran buku 'Patriot Negara Kepulauan' di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).
Kendati begitu, ada satu pengalaman membanggakan yang dirasakan pria yang karib disapa Andi ini. Pada waktu itu, dirinya tengah menimba kuliah di New York, Amerika Serikat. Saat itu, Hasjim Djalal mewakili Indonesia di United Nations Convention on the Law of the Sea.
"Saya menyaksikan sidang itu. Ketika itu, diplomasi Pak Hasjim memukau 200 orang dalam ruangan tersebut. Saya sebagai orang Indonesia turut bangga. Dan, saat itu, sepertinya New York menjadi milik Indonesia," ujar Andi.
Selain itu, kata Andi, Hasjim juga dikenal sebagai pribadi yangt dekat dengan anak muda. "Dia tidak pernah menjaga jarak. Karena itulah, kami menghormati bapak (Hasjim). Tidak perlu merendah pun, bapak (Hasjim) sudah hebat apa adanya," tutur Andi.
Nah, Andi pun menggariskan kelanjutan dari warisan yang ditelurkan Hasjim Djalal. Adalah pekerjaan rumah bagi Indonesia, kata Andi, untuk menciptakan generasai seperti Hasjim Djalal.
"Saya adalah generasi yang bangga karena Indonesia memilik bapak (Hasjim) dan beliaun telah menyumbangkan ilmunya untuk dunia," ujar Andi.
Prof Dr Hasjim Djalal merupakan diplomat ulung dan pakar hukum laut internasional. Dia punya andil besar dalam proses mewujudkan pengakuan dunia atas Indonesia sebagai suatu negara kepulauan (archipelagic state).