Jumat, 24 April 2026

Endriartono Sayangkan Terjadinya Penyadapan Terhadap Jokowi

Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto menyayangkan terjadinya aksi penyadapan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

WARTA KOTA, GAMBIR - Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto menanggapi terkait ditemukannya tiga alat sadap di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Mantan Panglima TNI (2002-2006) ini menyayangkan terjadinya aksi penyadapan tersebut. Karena, menurut dia, sadap-menyadap tak perlu dilakukan di dalam negeri oleh siapapun, yang memiliki kepentingan apapun dan demi tujuan apapun.

"Kalau dia mau tahu tentang sesuatu, kan tak perlu dengan sadap-menyadap. Kan ada cara yang lebih elegan, dibanding dengan cara sadap-menyadap seperti itu," tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) pada 9 Oktober 2000 - 4 Juni 2002 itu kepada Tribunnews.com, usai acara silaturahmi KSAD dengan Purnawirawan TNI AD di Aula A.H. Nasution, Markas Besar AD, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).

Tetapi, kata dia, hal ini menunjukkan bahwa sekarang ini sadap-menyadap sudah menjadi suatu alat atau bagian untuk memenangkan suatu "persaingan". Seperti halnya sebelum ini Australia menyadap para pejabat Indonesia.

Kalau hal itu menjadi satu hal yang mengemuka, dia tambahkan, maka setiap orang perlu mempersiapkan diri untuk mengantisiapasinya.

"Tentu setiap orang harus perlu menyiapkan diri agar hal seperti itu tidak bisa berfungsi dengan baik kalau itu dilakukan masing-masing yang menjadi sasaran," jelasnya.

Namun, terkait siapa yang melakukan di rumah dinas Jokowi, Endriartono tak mau berspekulasi maupun menuding siapapun.  "Karena baru tahu sekarang ini, saya tidak bisa memprediksi secara akurat. Dan saya tidak berani lalu suuzon kepada seseorang," ucapnya.

Pada Megawati Soekarnoputri. Ia menyebutkan, sampai saat ini Megawati hampir selalu diikuti oleh tim intelijen yang belum diketahui jelas asal-usulnya.

"Bu Mega diikuti intel, pernah tertangkap ada orang masuk rumah Bu Mega dengan alasan mau numpang kencing, kan konyol," ujarnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved