Kilas Hari Ini
21 Februari 1995: Arsenal Pecat Salah Satu Manajer Tersukses
Pada 21 Februari 1995, Arsenal memecat salah satu manajer yang cukup banyak mendatangkan trofi ke klub, George Graham.
WARTA KOTA, LONDON - Pada 21 Februari 1995, Arsenal memecat salah satu manajer yang cukup banyak mendatangkan trofi ke klub, George Graham. Pasalnya, Graham terbukti menerima pembayaran ilegal dari seorang agen sebagai imbalan dari perekrutan dua pemain.
Graham menghabiskan mayoritas kariernya sebagai pemain di Arsenal. Dia melakoni 226 penampilan sejak 1966 hingga 1973.
Dia kemudian kembali ke Highbury sebagai manajer pada 1986 setelah sebelumnya menapaki jejak sebagai manajer di Millwall (1982-1986). Dalam musim pertamanya menangani The Gunners, dia sukses membawa klubnya itu finis keempat di klasemen liga dan memenangi Piala Liga. Itu adalah trofi pertama bagi Arsenal sejak Piala FA 1979.
Graham terus menuai kesuksesan pada musim-musim selanjutnya. Dia memenangi dua gelar liga pada 1989 dan 1991, trofi FA pada 1993, dan satu Piala Liga lagi pada 1993. Bahkan, pada 1994 dia sukses mengantarkan Arsenal menjuarai Piala Winner UEFA.
Kendati begitu, karier heroiknya di Arsenal harus ternoda. Pada awal tahun 1995, terungkap Graham ternyata menerima 425 ribu pounds dari seorang agen bernama Rune Hauge sebagai imbalan karena telah merekrut dua pemain yang menjadi kliennya pada awal 1990-an. Dua pemain yang dimaksud adalah Pal Lydersen dan John Jensen. Akibat skandal ini, dia dipecat pada 21 Februari 1995 dan mendapat satu tahun larangan terlibat di dunia sepak bola dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Setelah masa hukumannya habis, Graham menandai kembalinya dirinya ke dunia sepak bola dengan menjadi manajer Leeds United pada September 1996 dan bertahan di sana dua musim. Langkah mengejutkan diambil Graham setelahnya, dia memutuskan untuk bergabung dengan rival Arsenal, Tottenham Hotspur. Di sana dia bertahan hingga pensiun pada 2001.
Keputusan Graham menangani The Lilywhites membuat The Gooners geram. Tak sedikit yang menghujatnya saat dirinya kembali ke Highbury menemani Tottenham bertanding kontra The Gunners.