Gunung Kelud
Dampak Kelud, Pedagang di Yogyakarta Merasa Rugi
Dampak abu vulkanik dari Gunung Kelud di Jawa Timur yang meletus pada Kamis (13/2) malam terhadap perekonomian di Kota Yogyakarta sangat besar.
WARTA KOTA, YOGYAKARTA - Dampak abu vulkanik dari Gunung Kelud di Jawa Timur yang meletus pada Kamis (13/2) malam terhadap perekonomian di Kota Yogyakarta sangat besar. Pelaku usaha di Yogyakarya mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak parah semburan abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud. Akibatnya seluruh kegiatan roda perekonomian di Kota Gudek ini selama dua hari tidak berjalan. Namun, tiga hari pasca meletusnya Gunung Kelud, geliat perekonomian di Yogyakarta mulai kembali berputar.
"Banyak sekali pedagang yang rugi. Tidak berani menjajakan dagangannya karena polusi abu vulkanik. Pembeli juga takut karena adanya debu yang menempel, dikhawatirkan mengganggu kesehatan," ujar Subardi pelaku usaha asal Sleman, DI Yogyakarta.
Salah satu hotel bintang dua yang terletak di Kawasan Tugu Yogyakarta mengaku mengalami kerugian hingga 40 juta per hari. Ini terjadi karena banyaknya tamu hotel yang membatalkan pesanan kamar. Kerugian ini diperkirakan akan terus terjadi selama kondisi Gunung Kelud belum dinyatakan aman.
Kerugian miliaran rupiah juga dialami pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Malioboro. Dua hari pasca meletusnya Gunung Kelud, pedang di Jalan Malioboro tidak ada yang membuka lapaknya.
“Di kawasan ini ada sekitar 2500 pedagang dengan omzet satu hari sekitar 500 ribu rupiah. Jumat dan sabtu kemarin kami terpaksa tidak berjualan, kalau dihitung total kerugian selama dua hari sekitar 2 miliaran lah,” ujar Totok pedagang di kawasan Malioboro.