Minggu, 12 April 2026

Pensiunan Guru PNS Tewas di Pangkuan Istri

Korban mengalami luka bacok di leher, luka bacok di tangan dan kaki serta luka sayat perut hingga usus terburai.

Penulis: Budi Sam Law Malau |

WARTA KOTA, SEMANGGI - Muslim Azhuri (65), pensiunan guru PNS yang tewas di rumahnya di Jalan Al Muslihun, Gang Riman, RT 7/10, No 14, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2014) pukul 04.00 lalu, diketahui mengembuskan napas terakhirnya di pangkauan istrinya dengan tubuh bersimbah darah penuh luka bacok.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (10/2/2014). Menurut Rikwanto, hal itu diketahui setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi di antaranya keluarga korban dan tetangga korban yang menolong membawa pelaku ke rumah sakit.

Rikwanto menjelaskan penganiayaan yang dilakukan pelaku memang terjadi dilantai dua rumah. Korban mengalami luka bacok di leher, luka bacok di tangan dan kaki serta luka sayat perut hingga usus terburai. Selain itu di kepala belakang korban juga memar.

"Penganiayaan kepada korban hingga luka-luka dilakukan lantai dua rumah. Namun korban ke lantai satu dan ditemukan istrinya. Korban tewas dipangkuan istrinya," kata Rikwanto.

Menurutnya dari keterangan saksi saat itu dua anak korban yang melihat hal itu langsung menolong korban dan membawanya ke rumah sakit.

Rikwanto mengatakan dari hasil visum pihak rumah sakit, dipastikan bahwa penyebab tewasnya Muslim Azhuri (65), pensiunan guru pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga dibunuh di rumahnya adalah karena benturan benda tumpul di kepala.

"Penyebab tewasnya korban karena benturan benda tumpul di belakang kepala," katanya.

Karenanya, kata Rikwanto, diduga kuat setelah pelaku menghantam kepala korban, barulah pelaku membacok leher korban, tangan dan kaki serta perut hingga ususnya terburai. "Diduga setelah tewas akibat benturan di kepala, barulah melukai tubuh lainnya," kata Rikwanto.

Rikwanto menilai ada kejanggalan dalam kasus pembunuhan ini. "Ada kejanggalan dalam kasus ini. Saat polisi datang semua di lokasi kejadian sudah dibersihkan. Saat itu jenasah sudah dibawa ke rumah sakit," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved