Kamis, 9 April 2026

Konvensi Demokrat

Pramono Edhie Minta Caleg Demokrat Hilangkan Romantisme Pemilu 2009

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo minta seluruh Caleg sadar dan menghilangkan romantisme sejarah kejayaan Pemilu 2009.

WARTA KOTA, PALMERAH - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo meminta seluruh kader Partai khususnya yang maju menjadi Calon Legislatif (caleg) sadar dan menghilangkan romantisme sejarah kejayaan Pemilu 2009 lalu.

Karena, Calon Presiden versi Konvensi Partai Demokrat ini mengingatkan kenyataannya berbeda saat ini. Berdasarkan hasil survei terakhir yang dikeluarkan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), perolehan suara partai itu di Pemilu 2014 hanya 4,7 persen.

Pari hasil Pemilu 2009, Partai Demokrat menjadi Pemenang Pemilu Legislatif 2009. Partai Demokrat memperoleh 150 kursi (26,4%) di DPR RI, setelah mendapat 21.703.137 total suara (20,4%).

"Saya ingatkan kembali kepada Kader. Dulu kader itu menjadi anggota DPR, DPRD, maaf lagi tidur-tiduran tau-tahunya dapat suara dia. Kenapa? Karena tidur-tiduran dia kanget, dia bisa jadi anggota DPR pada 2009," ungkap adik Ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Pramono Edhie Wibowo saat berkunjung ke Markas Redaksi Warta Kota, Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Dia tegaskan, itu bisa terjadi, karena begitu populernya SBY pada 2009 lalu. "Jadi pokoknya, aku, Presidennya SBY. Saat itu tumpah semua suara," ucapnya.

Namun, dia akui, saat ini tidak demikian. Dalam setiap kesempatan turun ke bawah menemui Para Kader di daerah, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini berulang kali meminta paradigma 2009 dihilangkan menghadapi Pemilu 2014 ini.

"Karena Demokrat saat ini belum punya calon presiden. PDIP, bisa ya bisa tidak, ada Jokowi atau ibu Megawati Soekarnoputri. Gerindra, punya calon sendiri, pak Prabowo Subianto. Hanura, naik (suaranya), karena Wiranto-HT. Golkar, ada ARB (Aburizal Bakrie). PKS, PAN, berani mengatakan. Demokrat? Tidak ada," jelasnya.

Karena itu, dia ingatkan, agar seluruh kader Partai bekerja keras. Khususnya bagi mereka yang maju menjadi Caleg. Terutama bekerja keras dan penuh kedekatakan kepada masyarakat.

"Kepada kader saya katakan, tolong turun. Saya sampaikan, kader kalau kamu tidak turun, kamu kehilangan pekerjaan. Kalau saya mah, pensiunan," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved