Sampai Ditangkap Polisi, Daniel Tak Tahu Mayat Feby Korban Pembunuhan Edo
Sampai ditangkap polisi, Daniel Hamonangan Simangunsong (28) sama sekali tidak tahu jika mayat Feby Lorita di dalam mobil
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, SEMANGGI - Sampai ditangkap polisi, Daniel Hamonangan Simangunsong (28) sama sekali tidak tahu jika mayat Feby Lorita di dalam mobil Nissan March yang dibawa adiknya Asido April Parlindungan Simangunsong (22) alias Edo itu, adalah korban pembunuhan yang dilakukan Edo.
Setahu Daniel, mayat di dalam bagasi mobil Nissan March tersebut, adalah korban kecelakaan atau korban tabrak lari yang dilakukan adiknya Edo. "Dia baru tahu setelah dikasih tahu polisi dan saat itu polisi sudah berhasil membekuk Edo di Pematang Siantar," kata Djarot Widodo, Kuasa Hukum Edo dan Daniel, kepada Warta Kota, Selasa (4/2/2014) pagi.
Djarot adalah pengacara yang ditunjuk polisi mendampingi Daniel dan Edo. Menurut Djarot pengakuan Daniel yang sama sekali tidak tahu menahu kalau mayat itu adalah korban pembunuhan adiknya, tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Daniel.
Pengakuan ini, katanya, sinkron dan sesuai dengan pengakuan Edo dalam BAP Edo. Seperti diketahui Daniel ditangkap polisi saat menarik angkot M 28 (Kampung Melayu- Pondok Gede) di kawasan Jalan TMII, Minggu (1/2/2014).
Ia membantu Edo meninggalkan jenazah Feby di dalam bagasi mobil Nissan March milik Feby di samping TPU Pondok Kelapa, Durensawit, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2014).
Empat hari kemudian yakni Selasa (28/1/2014), polisi menemukan mobil berisi mayat itu di lokasi kejadian atas laporan warga. "Bahkan saat penemuan jenasah perempuan di mobil Nissan ramai-ramainya diberitakan di media massa, Daniel masih menganggap mayat itu adalah korban tabrak lari," kata Djarot.
Karenanya saat Daniel dibekuk polisi saat menarik angkotnya, Sabtu (1/2/2014), tanpa banyak berdalih Daniel mengatakan mayat itu dibawa adiknya Edo. Dari 'nyanyian' Daniel pula, polisi mengetahui Edo kabur ke rumah kakek mereka di Pematang Siantar, Sumatera Utara.
"Karena tak tahu adiknya Edo membunuh, Daniel mengira kesalahan adiknya Edo tak seberapa yakni hanya tabrak lari saja. Jadi ia beberkan saja kemana adiknya kabur, saat ia ditangkap polisi," kata Djarot.
Polisi pun mengejar Edo ke Pematang Siantar, Sumatera Utara dan berhasil membekuknya, Minggu (2/2/2014). Fakta ini, kata Djarot, diharapkan membantu Daniel untuk mendapatkan keringanan hukuman atas apa yang dilakukannya.