Soal Impor Beras, Pemerintah Tak Pakai Data Benar

Carut marut impor beras sebenarnya bisa diselesaikan dengan data yang benar. Namun, pemerintah dituding tidak menggunakan data dari BPS

Soal Impor Beras, Pemerintah Tak Pakai Data Benar
Kompas.com
Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang. 

WARTA KOT, CIKINI - Carut marut impor beras sebenarnya bisa diselesaikan dengan data yang benar. Namun, pemerintah dituding tidak menggunakan data statistik dari Badan Pusat Statistik yang menyebutkan data konsumsi beras per kapita penduduk Indonesia mencapai 139,15 Kilogram per tahun.

Pengamat pertanian, Khudori, mengkritisi data tersebut karena survei tersebut merupakan survei tahun 1996 dan tidak pernah diubah hingga sekarang. Padahal, kata Khudori, survei tahun 2012, data konsumsi beras per kapita penduduk Indonesia mencapai 113 Kilogram per tahun.

"Kenapa nggak dipublikasikan ke umum? Selisihnya sangat besar," kata Khudori dalam diskusi bertajuk 'main kotor beras impor' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (1/2/2014).

Khudori mensinyalir ada permainan di balik penggunanaan data statistik tersebut. Mengacu pada data BPS bahwa produksi padi Indonesia mencapai 40,39 juta ton. Jika penduduk Indonesia berjumlah 250 juta jiwa, maka konsumsi setahun adalah 250 juta dalam setahun (dikonversi 139 kg / tahun yakni 35,5 juta ton.

Khudori menegaskan bahkan dengan mengikuti statistik pemerintah saja, Indonesia tidak perlu impor beras karena mengalami surplus sebesar 5 juta ton.

Khudori menduga bahwa memang ada permainan-permainan di balik impor tersebut.

Tags
impor
beras
Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved