Selasa, 14 April 2026

Kalau Tak Diantisipasi ITC Cipulir Tenggelam dan Lumpuh

Tidak hanya menggenangi Pasar Cipulir, meluapnya Sungai Pesanggrahan pun menyebabkan Pusat Perbelanjaan ITC Cipulir tergenang.

WARTA KOTA, PESANGGRAHAN - Tidak hanya menggenangi Pasar Cipulir, meluapnya Sungai Pesanggrahan pun menyebabkan Pusat Perbelanjaan ITC Cipulir tergenang. Mengantisipasi limpasan air menggenang ke bagian dalam gedung, empat buah pompa air pun dioperasikan secara bersamaan.

Pantauan Warta Kota di lokasi pada Rabu (29/01/2014) sekira pukul 16.00 WIB, limpasan air Sungai Pesanggrahan terlihat sudah menggenangi seluruh area pelataran parkir dan sekitar gedung ITC Cipulir dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Tidak hanya itu, genangan pun terlihat juga pada kios basemen yang terletak pada bagian belakang gedung.

Mengantisipasi masuknya air ke dalam area gedung, beberapa orang teknisi gedung terlihat mengoperasikan dan mengawasi sebanyak empat buah pompa air penyedot yang ditempatkan pada sisi barat dan timur belakang gedung.

Pompa air berwarna biru yang memiliki daya sedot satu kubik per menit itu menyedot genangan air dan menyalurkan langsung ke Sungai Pesanggrahan yang berada tepat di belakang gedung.

Bayu (25) teknisi pompa mengungkapkan air sudah terlihat menggenang seluruh pelataran ITC Cipulir dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter sejak pukul 06.00 WIB.

Dirinya yang menerima laporan tersebut segera berangkat dan mengaktifkan dua pasang pompa air penyedot.

"Kalau nggak begini bisa-bisa kerendem kayak gedung depan (Pasar Cipulir-red), mesin ini kita nyalain sudah dari pagi, ada kerusakan sedikit, karena ada sampah nyangkut, makanya air naik lagi," jelasnya sembari mengamati mesin pompa dan laju air.

Sementara itu, upaya pencegahan genangan air agar tidak kembali masuk ke dalam gedung dilakukan oleh beberapa orang petugas kebersihan.

Sejumlah karung-karung berisi pasir dipadatkan dan disusun secara bertumpuk pada tiap sisi pintu. Selain itu, guna mencegah rembesan air masuk, digunakan kain dan triplek untuk menutup pintu.

Pada lokasi ini, sebuah pompa air berukuran kecil pun digunakan untuk menguras air yang menggenang di lantai. Para petugas kebersihn terlihat lalulalang menyedot dan mengepel air yang tidak kunjung surut.

Akibat tergenang, sejumlah kios pedagang yang berada pada lantai basemen tersebut terlihat tutup, sementara beberapa kios lainnya baru dibuka seiring dengan surutnya air.

Seperti halnya Rina (34) pegawai toko pakaian di lantai basement ITC Cipulir. Diakuinya, ketinggian air pada kios yang dijaganya tersebut sebelum mencapai ketinggian 20 sentimet atau setinggi betis orang dewasa.

Melihat kondisi tersebut dirinya pun enggan untuk membuka toko, karena diperkirakannya, walaupun dirinya membuka toko, tidak akan ada pembeli yang datang.

"Ini aja baru buka, belum ada yang beli, kalau buka pagi aja sepi, apalagi kalau buka sore kayak begini," ujarnya sembari mengepel lantai.

Dikatakannya, kondisi tergenangnya lantai basemen ITC Cipulir tersebut sudah dirasakannya sejak setahun lalu saat dirinya bekerja menjadi penjaga toko.

Akibat banjir, lanjutnya, beberapa kali sang pemilik toko katanya merugi hingga jutaan rupiah.

"Soalnya bukan karena cuma rusak, kalau banjir di dalem sama jalan masuknya ke genang, siapa yang mau beli. Datang aja juga males yang belinya," tuntasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved