Kecelakaan Lalu Lintas
Korban Lalu Lintas Lebih Banyak Dibandingkan Korban Perang
Korban meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas jauh lebih tinggi dibanding jumlah korban meninggal dunia karena perang
Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, PALMERAH— Kepala Kepolisian Republik Indonesian (Kapolri), Jenderal Pol Sutarman, mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas jauh lebih tinggi dibanding jumlah korban meninggal dunia karena perang teluk selama delapan tahun.
Menurut Kapolri, WHO mencatat setiap tahunnya kecelakaan lalu lintas telah menyebabkan rata-rata 1,24 juta jiwa meninggal dunia serta 50 juta jiwa mengalami luka-luka dan cacat tetap.
Ditegaskan, jumlah korban ini lebih besar bila dibandingkan dengan perang.
"Sebagai contoh Perang Teluk antara Irak dan Iran yang berlangsung selama 8 tahun, dari 1980 sampai 1988 mengakibatkan korban kurang lebih 1,2jiwa sehingga rata-rata korban jiwa per tahun sebesar 156.250 jiwa," ungkap Jenderal Bintang Empat Polri ini saat pencanangan gerakan nasional pelopor keselamatan berlalu lintas, Minggu (26/1/2014), di Bunderal Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Korban terbesar disumbang dari negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik.
Lebih lanjut Sutarman jelaskan, di Indonesia, Polri mencatat korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada 2010 sebesar 31.244 jiwa.
Sedangkan tahun 2011, sebesar 32.657 jiwa dan 2012 korban meninggal dunia adalah sebesar 27.441 jiwa. Sementara itu pada 2013, sebesar 25.157 jiwa.