Kasus Hambalang

Anas Beberkan Asal Usul Harrier dan Minta Ibas Diperiksa

KPK harus bersikap adil dengan memeriksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)dan putranya, Ibas, terkait proyek Hambalang.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Pensehat hukum Anas Urbaningrum, Handika Honggowongso,  menegaskan, bila Anas telah menyampaikan materi tentang asal-usul Toyota Harrier ataupun terkait proyek Hambalang tersebut, maka pihak KPK harus bersikap adil dengan memeriksa orang-orang yang terkait materi tersebut, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putranya atau Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

"Itu perlu dilakukan dalam rangka mencari kebenaran materiil. Jadi, ketika nanti dijelaskan dalam BAP, bahwa ada peran Pak SBY ataupun Ibas, maka untuk mencari kebenaran materiil, maka nama yang disebut harus diperiksa," tegasnya, kemarin.

"Kalau seandainya tidak diperiksa, ini menjadi persoalan dalam rangka KPK mencari kebenaran materiil. Toh undang-undang tidak melarang seorang presiden dipanggil dan diperiksa penegak hukum," imbuhnya.

Juru bicara KPK, Johan Budi, mengatakan, bila Anas menyebutkan nama seseorang terkait asal-usul Toyota Harrier tersebut di BAP, maka tidak otomatis penyidik akan melakukan pemanggilan pemeriksaan kepada orang tersebut.

"Tidak selalu, tergantung pengakuan dia itu didukung dengan bukti atau tidak," ujar Johan.

Penyidik KPK akan memvalidasi keterangan Anas tersebut dengan mencari bukti pendukungnya, termasuk keterangan saksi lain.

"Sekarang Anda mengaku menerima, tapi tidak ada bukti sama sekali, kan tidak bisa dong," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved