Banjir Melanda Jakarta
Tanggul Ciliwung Jebol, Air Mengalir seperti Tsunami
Jebolnya turap sepanjang 500 meter di wilayah Kebonbaru pada Selasa (21/01/2014) menyebabkan sejumlah warga risau.
WARTA KOTA, PALMERAH— Jebolnya turap sepanjang 500 meter di wilayah Kebonbaru pada Selasa (21/01/2014) menyebabkan sejumlah warga risau. Pasalnya, air yang merangsek masuk dengan cepat itu menyebabkan warga tidak sempat mengevakuasi barang berharga termasuk ijazah dan barang elektronik.
Masih terlihat gusar, Ibnu (32), warga RT 02/02 Kebonbaru, Tebet, Jakarta Selatan, yang kini mengungsi di Posko Banjir Kantor Kelurahan Kebonbaru mengaku telah kehilangan sejumlah berkas-berkas penting miliknya.
Sejumlah ijazah, paklaring kerja, kartu keluarga, dan buku nikah hanyut tenggelam bersama derasnya aliras Sungai Ciliwung yang merangsek masuk memenuhi seluruh ruangan rumahnya hingga setinggi dua meter saat ini, Rabu (22/01/2014). "Habis semuanya, saya nggak kepikiran, ngeliat air deres banget saya selamatin anak sama istri dulu," jelasnya.
Diungkapkannya, seluruh harta benda mulai dari televisi, radio dan rice cooker miliknya pun raib terbawa arus. Padahal, seluruh barang-barang tersebut sudah diletakannya di atas plafon rumahnya. Aliran air kencang, seperti tsunami.
"Air sampai segenteng, kira-kira tiga meter, pas saya balik liat kondisi rumah, plafon sudah jebol, sudah hilang semua. Baju-baju, kasur semua habis kerendem lumpur," jelasnya menggeleng kepala.
Lurah Kebonbaru, Bambang Suhada, mengatakan kalau pihaknya akan melakukan pendataan dan membantu pembuatan berkas kependudukan bagi seluruh warga. Sehingga, warga tidak perlu khawatir akan masalah tersebut.
"Kalau banjir ini sudah selesai, kami akan data, dan permudah pembuatannya, jadi warga jangan terlalu memikirkan hal itu, sekarang kita fokus untuk tanggulangi bencana ini bersama-sama dulu," jelasnya.