Banjir Melanda Jakarta
Dua Ibu Hamil Ini Melahirkan saat Mengungsi
Di lokasi pengungsian SDN 10 Pagi, Tegalalur, Kalideres, Jakarta Barat, seorang pengungsi bernama Yuli (35) melahirkan.
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, KALIDERES— Di lokasi pengungsian SDN 10 Pagi, Tegalalur, Kalideres, Jakarta Barat, seorang pengungsi bernama Yuli (35) melahirkan bayinya. Warga RT 04/08 Kelurahan Tegalalur, ini melahirkan secara normal.
Dede (37), suami Yuli, mengatakan, dirinya bersama istri dan anaknya sudah mengungsi sejak Jumat (17/1) akibat rumahnya terendam air setinggi satu meter lebih. "Usia kandungannya memang sudah sembilan bulan, sudah saatnya melahirkan," katanya, Senin (20/1/2014).
Sejak awal mengungsi, kata Dede, istrinya memang sudah mengeluh perutnya sering sakit. Tapi rasa sakit itu ditahan lantaran keadaan di pengungsian yang serba sulit. "Jalannya banjir semua, istri saya terpaksa menahan mulesnya," katanya.
Rasa sakit Yuli semakin menjadi pada Minggu sore. Setelah dicek oleh bidan, kata Dede, ternyata Yuli sudah mau melahirkan. "Untungnya saat dicek ternyata diperkirakan dapat melahirkan secara normal, tidak perlu dibawa ke rumah sakit," katanya. Pada Minggu (19/1) sekitar pukul 19.00, Yuli melahirkan seorang bayi dengan berat 3,2 kilogram dan panjang 51 sentimeter.
Bayi mungil itu kemudian diberi nama Syifa Maulida, " Syifa itu sehat dan Maulida artinya anak yang lahir dibulan maulid dalam kondisi banjir tapi sehat. Nama ini diberikan oleh Pak Camat Kalideres (Achmad Ya'ala)," ungkapnya.
Lurah Tegalalur, Anik Sulastri, menuturkan bahwa pada hari yang sama di tempat pengungsian SDN 10 Pagi, Tegalalur, terdapat dua ibu yang melahirkan. “Satunya, ibu Yuli melahirkan di tempat pengungsian, sedangkan ibu satunya karena harus melahirkan dengan cara cesar oleh petugas dirujuk ke RSUD Cengkareng," katanya.
Di tempat pengungsian di SDN 10 Pagi Tegalalur terdapat 400 KK atau 1.600 masyarakat yang mengungsi akibat banjir.