Dari Ngojek Hingga Miliki 6 Bengkel Mobil
Tetapi, kondisi ekonomi keluarga yang morat-marit setelah ayahnya berhenti berwirausaha sempat mengganggu benak Heri muda.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, CIPUTAT - Mencari kesuksesan ibarat berburu berlian di tengah samudera. Filosofi ini setidaknya yang diusung Heri Cahyono. Baginya, sukses merupakan rangkaian proses, rentetan ikhtiar yang dilakukan terus menerus, bukan semata hasil yang didapat sekarang.
Ia pun telah membuktikan bahwa jerih payah dan kerja kerasnya selama ini telah membawanya ke sebuah zona nyaman. Di bawah bendera HRA Group, lelaki asal Malang, Jawa Timur, ini kini memiliki 6 bengkel mobil, 1 SPBU dan 140 outlet di seluruh Indonesia.
Mentalitas dan semangat untuk sukses, ada pada diri Heri sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Tetapi, kondisi ekonomi keluarga yang morat-marit setelah ayahnya berhenti berwirausaha sempat mengganggu benak Heri muda.
Saat mengenyam pendidikan di sebuah Sekolah Teknik Mesin (STM) Negeri di Malang, ia bahkan sudah menghidupi diri sendiri dengan bekerja menjadi tukang ojek. Bahkan, pascalulus STM, pria kelahiran 1974 ini sempat secara total menjadi tukang ojek selama empat bulan.
“Kesusahan yang melanda keluarga kami justru membuat saya terpicu. Bahkan sejak masih duduk di bangku SD, saya sudah keluar masuk hutan untuk mencari mencari kayu bakar, kemiri dan hasil hutan lainnya. Uangnya saya berikan kepada ibu, untuk membantu biaya hidup keluarga,” kata Heri saat berbincang di kantornya, Jalan Cirendeu Raya Nomor 4, Ciputat, Tangerang Selatan belum lama ini.
Bekal ilmu yang diperolehnya selama belajar di STM, membuat Heri berusaha mencari pekerjaan lain. Ia pun diterima sebagai tukang las di Kota Singosari, Malang. Pada momen itu, pikiran kesuksesan terus membuatnya gusar. Di sisi lain, dia sadar kemampuannya dalam bidang otomotif belumlah cukup.
Cita-cita kuliah di jurusan Teknik Mesin, hampir mustahil karena terbentur biaya. Beruntung, enam bulan bekerja sebagai tukang las, beasiswa yang dia ajukan ke Vocational Education Development Center (VEDC) disetujui. VEDC merupakan sebuah lembaga pendidikan kerjasama antara Indonesia dan Swiss.
“Cita-cita saya mendapatkan pendidikan di bidang otomotif akhirnya terkabul, meskipun bukan di bangku kuliah. Di VEDC, saya mendapat pelatihan selama satu tahun di bidang Spooring dan Balancing,” kata Heri kepada Warta Kota belum lama ini.
Dengan jaminan pekerjaan dari VEDC Malang, Heri disalurkan sebagai tenaga mekanik salah satu bengkel di Jakarta Pusat, tahun 1995-2000. Jabatan terakhir Heri adalah Kepala Bengkel.