resensi buku

Refleksi Pergulatan Hidup

Teddy mengangkat topik kesuksesan dan kebahagiaan hidup, serta bagaimana merancang dan mewujudkan sukses

WARTA KOTA, PALMERAH - ”Buku ini..dokumentasi pembelajaran...refleksi atas pergulatan hidup diri sendiri, pengalaman hidup orang lain, dan pemikiran para ahli.” Demikian Theodore Permadi Rachmat mendeskripsikan karyanya, Pembelajaran (PT Gramedia Pustaka Utama, 2012). Agung Adiprasetyo, dengan gaya berbeda, mengumpulkan catatan reflektifnya melalui Memetik Matahari. Pesan yang disuguhkan keduanya sama, kunci untuk meraih kesuksesan adalah sikap positif dan optimistis.

Theodore Permadi Rachmat, biasa disapa Teddy, menyebut bukunya sebagai sarana dialog dan bertukar pikiran seputar pengetahuan yang didapatkannya dari berbagai bacaan, serta pengalaman profesionalnya sejak menjadi karyawan, CEO, kemudian pemilik perusahaan. Dua tema pokok, yaitu mewujudkan sukses untuk pribadi dan sukses dalam mengelola bisnis, dituturkan dengan gaya berkisah.

Mengawali uraiannya, Teddy mengangkat topik kesuksesan dan kebahagiaan hidup, serta bagaimana merancang dan mewujudkan sukses. Jika kesuksesan merujuk pada pencapaian, maka ukurannya relatif bagi setiap orang. Seorang pengusaha merasa sukses bila untung besar. Namun, pengusaha lain baru merasa sukses jika bisnisnya berjalan dengan bersih, lancar, berkembang, dan bermanfaat bagi banyak orang. Lalu dari mana awal langkah menggapai kesuksesan seperti yang diinginkan?

Pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 15 Desember 1943, ini mengatakan bahwa sukses harus diawali dari pikiran tentang sukses itu sendiri. Terkait pentingnya kekuatan pikiran, CEO Astra Internasional hingga 2005 ini mengutip sebuah penelitian dalam buku karya Napoleon Hill berjudul Think and Grow Rich (1937), bahwa pikiran berperan penting dalam mendorong kesuksesan. Pikiran, jika dipadukan dengan cita-cita yang kuat, keteguhan hati, dan semangat yang berkobar-kobar, akan jadi kekuatan dahsyat yang mengarahkan ”nasib” seseorang.

Contoh paling mudah untuk menjelaskan hal tersebut adalah saat membangun rumah. Sebelum rumah didirikan biasanya dibuat rancangan tentang bentuk, tema, dan fungsi setiap ruangannya. Hingga saat selesai pembangunan, bentuk bangunan serta fungsi masing-masing ruangan sesuai dengan desain arsitektur yang dibuat sebelumnya.

Menurut dia, ada tiga faktor penting untuk meraih sukses. Yaitu merumuskan dengan jelas apa yang dicita-citakan, merumuskan bagaimana cara dan langkah-langkah pencapaiannya, kemudian membangun komitmen untuk melaksanakannya. Untuk rumusan ini, Teddy mengambil contoh keberhasilan bankir senior Robby Djohan, yang ditugaskan pemerintah menyelamatkan maskapai Garuda dari keterpurukan bisnisnya pada 1998. Dalam waktu delapan bulan Garuda tidak hanya bebas dari belitan utang senilai 158 dollar AS, tapi sekaligus juga meraih laba sekitar 60 juta dollar AS.

Selain kisah sukses yang terserak dalam sepuluh pembelajaran praktis, terselip juga kisah kegagalan yang dialami Teddy, termasuk jatuh bangunnya ia mengelola Astra. Pria yang turut mengantarkan United Tractor dan PT Unilever Indonesia mencapai posisi puncak ini mengajak kita untuk tahan banting. Kalau jatuh sepuluh kali, bangunlah sebelas kali. (Tgh/Litbang Kompas)

Sumber: KOMPAS
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved