Breaking News:

KPR Panin dan Asuransi

Saya sebagai istri almarhum, oleh pihak asuransi masih diwajibkan membayar cicilan bulanan

Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Suami saya, Hary Soegiarto, membeli rumah melalui kredit pemilikan rumah (KPR) Panin disertai asuransi Panin Life. Pada 28 September 2012 suami saya meninggal dunia. Saya sebagai istri almarhum, oleh pihak asuransi masih diwajibkan membayar cicilan bulanan dengan janji, setelah klaim selesai, dana yang sudah disetor akan dikembalikan penuh.

Karena menunggu kelengkapan surat yang diperlukan, November 2012 saya serahkan semua berkas lengkap sesuai permintaan untuk klaim. Kenyataan yang saya alami, begitu klaim cair April 2013 (proses sangat panjang untuk klaim asuransi), dana yang sudah saya setor selama 4 bulan, Oktober 2012-Januari 2013, tidak dikembalikan dengan berbagai alasan.

Sampai saat ini, saya sudah dua kali secara tertulis mengajukan permohonan untuk pengembalian dana, tetapi tak ada tanggapan berupa surat resmi dari bank. Saya sudah kehilangan suami dan harus menghidupi dua anak yang masih kecil. Dana yang seharusnya bisa untuk biaya hidup anak-anak hilang tak berbekas, tak diketahui dengan jelas. Oh, KPR, oh, asuransi.

Mie Wardoyo,
Wonokromo,
Surabaya

Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved