Kaemita Boediono: Nikmatnya Latihan Bela diri
Baginya, hal itu bukan saja menguras tenaga, namun juga ada risiko rasa sakit yang harus dirasakan oleh tubuh.
WARTA KOTA, JAKARTA - Sudah sejak lama, Kaemita Boediono mengaku kurang tertarik dengan olah raga beladiri. Baginya, hal itu bukan saja menguras tenaga, namun juga ada risiko rasa sakit yang harus dirasakan oleh tubuh.
"Waktu aku harus latihan bela diri jenis street fighter, aku sudah mulai khawatir. Tapi, itu harus dijalani karena kebutuhan akting saat main di film aku yang baru, yaitu Pukulan Maut. Ternyata memang nggak mudah olah raga beladiri itu," ujar Kaemita.
Butuh fisik yang prima, kemampuan kecepatan, serta siap untuk sakit. Karena pasti kena pukul dan jatuh. Tapi saat aku jalani terus secara rutin, ternyata bisa dinikmati dan rasa sakit menjadi bagian yang bisa dicuekin," kata Kaemita di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan.
Saat sudah terlibat dalam kegiatan latihan bela diri, Kaemita mengaku ada hal baik yang dapat dimanfaatkan dari bela diri. "Yang yang jelas dan sudah pasti, yaitu efek kecepatan," ungkap Kaemita.
"Bela diri itu bisa bikin orang selalu dalam kondisi yang siap dan gerakan menjadi jadi lebih cepat. Memang ada sisi kesehatan karena ada gerakan fisik yang bikin keringetan. Tapi, sasarannya adalah fisik yang selalu siap," kata Kaemita.
Rasa sakit saat tangan harus menangkis pukulan atau terjatuh saat melakukan teknik bantingan, bagi Kaemita tidak perlu jadi kekahawatiran.
"Karena, dalam beladiri diajarkan bagaimana sih menangkis yang benar dan menghindari serangan lawan. Reflek memang benar-benar dilatih. Tapi, lama-kelamaan irama gerakan saat berlatih beladiri itu bisa aku nikmatin. Jadi, mampu mulai cuek ketika ada rasa sakit selama latihan," ujar Kaemita.
Meski ada manfaat dari olah raga beladiri, Kaemita mengaku tetap harus hati-hati saat melakukan aktivitas tersebut. Karena, tidak jarang jadi bernafsu.
"Kalau mau juga latihan dulu intensif dengan pelatih. Karena, akan dikasih tahu bagaimana cara melakukan gerakan pukulan, tendangan, dan mengihindar. Intinya sih jangan sembarangan, karena risiko terkilir akan sangat mengancam," imbuhnya.
"Jadi, jangan olahraga yang dipaksakan. Kalau memang beladiri, ada aturannya. Karena, tujuannya bukan jadi jago beladiri, tapi sehat fisik," tegas Kaemita.