Breaking News:

Kasus Hambalang

Anas Khusyuk Berdoa di Makam Ayahnya

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Kamis (9/1), nyekar ke makam ayahandanya, almarhum Mugheni.

Editor: Suprapto
Tribunnews.com
Anas Urbaningrum 

WARTA KOTA, BLITAR-- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Kamis (9/1), nyekar ke makam ayahandanya, almarhum Mugheni, di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Di makam sang ayah, mantan Ketua Umum PB HMI ini bersila memanjatkan doa untuk ayahanda secara khusyuk. Setengah jam kemudian Anas beranjak kembali ke rumah di mana sang ibu sedang menunggu. Di hadapan sang bunda, mantan anggota KPU ini meminta restu kepada Ny Sriyati (69).

Kepulangan Anas ke Blitar ini dibenarkan Anna Luthfie, adik kandungnya dalam pesan BBM, kepada wartawan, Kamis (9/1). "Benar, Mas Anas pulang ke Blitar sebentar. Setelah nyekar, minta doa restu ke sang bunda. Panen rambutan dan besok (Jumat) memenuhi panggilan KPK," katanya. Seperti diketahui, rumah orangtua yang juga tempat kelahiran Ketua Umum ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) tersebut terletak di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Bersama warga sekitar, Anas sempat memanen rambutan. Di dekat rumahnya, kata Anna, pohon durian juga tengah berbuah. Konon pohon durian itu adalah peninggalan mendiang sang ayah. Anas sempat melihat ke atas pohon durian yang buahnya cukup banyak. Sementara di sebelah kanan rumah, berdiri musala keluarga yang bersebelahan dengan bangunan model srotong yang sedikit menjorok ke belakang bangunan utama. "Mas Anas langsung terbang lagi ke Jakarta via Malang," terang Anna.

Seorang kerabat dekat Anas, Mustofa, membenarkan kepulangan Anas ke Blitar selain ziarah ke makan ayahnya juga untuk minta doa restu ke ibunya. Anas sangat dekat dengan ibundanya sehingga setiap ada permasalahan selalu meminta restu atau doa dari sang bunda.

Sementara itu, penyidik Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK) akan menjemput paksa Anas jika mangkir lagi memenuhi panggilan ketiga Jumat (10/1) ini. "Kita akan memanggil ulang. Dalam KUHAP, dimungkinkan kita memanggil orang secara patut. Kalau pada saat panggilan secara patut tiga kali tak datang, maka mohon maaf saya akan jemput paksa, siapa pun orang di belakangnya," kata Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, baru-baru ini. (ote/tribun)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved