Teroris di Ciputat
Dayat, Kuli Bangunan yang Jadi Teroris
Dayat tinggal di kontrakan milik Hajah Zaenab di RT 04 RW 07, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.
WARTA KOTA, CIPUTAT-- Dayat tinggal di kontrakan milik Hajah Zaenab di RT 04 RW 07, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten sejak sekitar delapan bulan lalu. Yang menerima Dayat saat pertama kali datang adalah Jefri (32), salah seorang cucu Hajah Zaenab.
Kepada wartawan Jefri mengingat saat datang wawan mengaku berprofesi sebagai kuli bangunan. Jefri pun tidak mempermasalahkan profesi Dayat, karena Dayat setuju untuk membayar kontrakan ditengah hutan Bambu itu seharga Rp 500 ribu perbulan.
"Katanya sih kuli bangunan, tapi sering pakai tas dan bawa-bawa peta, kayak mahasiswa," ujarnya.
Jefri menuturkan Dayat dan teman-temannya yang lain yang ikut tinggal di kontrakan tersebut sering terlihat menggunakan tas punggung. Untuk Dayat ia mengingat sempat beberapakali di tas Dayat terdapat peta besar yang digulung.
Namun demikian warga tidak ada yang mencurigai kelakuan Dayat dan teman-temannya itu. Pasalnya Dayat menurutnya cukup sopan, dan selalu menegur tetangga setiap berpapasan.
Pada Rabu malam, (31/12/2013), Dayat akhirnya tewas ditembak Polisi di ujung Jalan Haji Hasan, karena menolak penahanan. Setelah itu Polisi juga menembaki dan meledakan kediaman Dayat selama berjam-jam, guna melumpuhkan teman-teman Dayat yang melawan Polisi.
Dayat menurut polisi adalah seorang perakit bom. Salah satu bom buatan Dayat adalah percobaan peledakan Vihara Ekayana di Jakarta Barat pada awal Agustus 2013. Selain itu Dayat yang diduga keuat sebagai anggota jaringan Abu Roban juga terlibat berbagai aski penembakan anggota Polri di wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan selama 2013.