Tip Sehat

Posisi Tegak Diperlukan Saat Beraktivitas

Agar posisi tulang belakang tetap dalam posisinya, diperlukan posisi tegak dalam banyak aktivitas.

Posisi Tegak Diperlukan Saat Beraktivitas
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Agar posisi tulang belakang tetap dalam posisinya, diperlukan posisi tegak dalam banyak aktivitas. Sehingga walaupun usia terus merambat, diharapkan posisi tulang tetap lurus, untuk menjaga postur tubuh juga bisa berdiri lurus.

Menurut dr Jovita Maria Melania Setiawan SpKFR, posisi tidur dengan posisi telentang atau tidur miring membuat beban tulang belakang lebih ringan dibandingkan posisi tidur yang meringkuk atau lainnya. Beban tulang sangat diperlukan agar tulang belakang `tidak terlalu bekerja keras' untuk memposisikan tulang belakang tetap pada tempatnya.

"Duduk, tekanan pada tulang belakang lebih berat ketimbang posisi tidur telentang atau miring. Semakin ringan memberikan beban pada tulang belakang, posisi tulang belakang pun akan tidak menimbulkan gangguan," kata dr Jovita saat menjadi pembicara talkshow tentang "Inovasi Philips untuk Para Ibu Indonesia" di Kantor Philips, Jalan Warung Buncit, Rabu (18/12).

Saat menyusui sambil tiduran juga diharapkan tulang belakang bisa lurus. Tidak apa-apa sambil tiduran saat menyusui, tapi tetap dengan posisi tegak. Caranya dengan tidur miring. Di daerah telinga hingga bahu, harus disangga dengan bantal sehingga membuat lebih tegak. Pasalnya jika tidak diganjal, akan membuat posisi tulang belakang menjadi berubah. Perubahan posisi ini seringkali membuat sakit di bagian tulang belakang. Terutama saat bangun tidur.

Salah seorang ibu mengatakan, sejak menyusui tulang belakangnya seringkali sakit, terutama saat bangun tidur. "Tulang belakang saya sering sakit. Apakah karena posisi tidur yang telentang, apa gara-gara menyusui sambil tiduran," kata ibu satu putra yang berusia 1 tahun 3 bulan ini.

"Posisi tulang belakang tetap harus lurus walaupun sedang menyusui. Begitu juga saat menggendong. Jangan membungkuk tapi tetap lurus. Jika tidak lurus, akan menimbulkan sakit," kata dokter Jovita.

Dokter dari RS Mayapada itu juga mengamati pekerjaan wanita yang berhubungan dengan komputer misalnya. Posisi duduk harus tegak agar tidak hanya tulang belakang saja yang bisa lurus posisinya, tapi juga pandangan mata akan membuat lurus ke depan. Tidak sedikit orang mengeluh jika posisi tegak akan membuat tidak rileks. Padahal hal itu menyangkut kebiasaan saja. Semakin posisi tegak sebenarnya akan membuat tubuh lebih rileks dan akan membuat ringan `kerja' tulang belakang.

Pada kesempatan itu juga dokter Jovita meminta para wanita agar mengambil tindakan pencegahan terhadap beberapa penyakit yang bisa dicegah. Misalnya kanker serviks yang dapat dicegah dengan deteksi dini pakai papsmear. Pasalnya penemuan kanker serviks pada tahap awal memungkinkan kesembuhan lebih tinggi. Di samping itu juga kanker payudara yang dapat dicegah dengan pemeriksaan mamografi atau sadari untuk menemukan pada tahap awal.

Selain itu juga diperlukan kunjungan ke dokter jika ada keluhan, terutama pada tulang khususnya tulang belakang. Untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

"Pemeriksaan rutin memungkinkan para ibu untuk mengambil tindakan preventif terhadap penyakit. Hal ini menurunkan risiko penyakit dan jauh lebih murah daripada perawatan penyakit," katanya. (lis)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved