Tolak Serahkan Ponsel China, Dua Pekerja Lawan Preman

Dua pekerja bangunan, Arsila dan Wahel, menjadi korban pemalakan preman. Keduanya melawan saat dipalak.

Tolak Serahkan Ponsel China, Dua Pekerja Lawan Preman
Warta Kota/Feryanto Hadi
Arsila terbaring lemah di RS Sumber Waras, Jakarta Barat, lantaran luka tusuk di bahunya yang ia dapat saat melawan preman di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (26/12/2013) dini hari. 

WARTA KOTA, CENGKARENG - Dua pekerja bangunan, Arsila dan Wahel, menjadi korban pemalakan preman. Keduanya melawan saat dipalak. Naas, Wahel tewas kena tusuk di bagian dada, sementara Arsila sempat melarikan diri.

Arsila dan Wahel diketahui sedang mengerjakan proyek di Jalan Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat. Keduanya baru dua minggu berapa di Jakarta.

Peristiwa tersebut terjadi Kamis (26/12/2013), sekitar pukul 03.00. Saat itu Arsila dan Wahel sedang berjalan di sekitar di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Keduanya tiba-tiba saja diadang dua preman. Arsila dan Wahel dibentak dua preman itu. Mereka meminta ponsel yang dimiliki Arsil dan Wahel. Meski mereka sudah mengatakan bahwa ponsel mereka hanya ponsel China, kedua preman itu tetap memaksa.

Lantaran menolak memberi, dua preman itu marah dan hendak memukul Arsila dan Wahel. Keduanya lalu melawan. Tak terima mendapat perlawanan, dua preman itu mengeluarkan belati dari balik bajunya.

Arsila sempat menangkis tusukan pisau itu. Bahunya terluka. Merasa sudah tak mampu melawan penjahat bersenjata itu, Arsila pun lari. Bajunya sudah bersimbah darah akibat dua luka tusukan.

Dengan tergopoh-gopoh, dia mencari mencari pertolongan di sekitar bawah fly over Pesing. Tapi tidak ada satupun orang yang menolongnya.

"Padahal ada beberapa warung di sana. Mereka malah nyuruh saya ke kantor polisi," kata Arsila.

Ia kemudian kembali berlari menuju ke Polpol Tubagus Angke dan melaporkan kejadian itu. Polisi kemudian membawanya ke rumah sakit. Arsila saat ini masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.

Setelah sempat berkelahi dan lari, Arsila tak tahu lagi nasib rekannya, Wahel. Ketika ditemui Warta Kota di RS Sumber Waras, dia pun justru menanyakan di mana Wahel saat ini dirawat.

Dalam aksi pemalakan itu, Wahel meninggal dunia. Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Khoiri mengatakan, rekan korban bernama Wahel tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

"Dia meninggal dengan luka tusukan di dada," kata AKP Khoiri. Dijelaskan Khori, motif penganiayaan itu terjadi karena kedua korban menolak hartanya dirampas. "Kami masih terus menelusuri kasus ini," ungkapnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved