Breaking News:

Tip Sehat

Ini Bahaya Hepatitis A

Hepatitis A menular melalui makanan dan minuman, sedangkan hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh.

Kompas.com
Ilustrasi. 

Oleh dr Samsuridjal Djauzi

WARTA KOTA, PALMERAH - Suami saya (36 tahun) mengeluh demam dan mual. Di samping itu, dia juga merasa pegal dan badannya lemah. Saya membawanya berkonsultasi kepada dokter, dan dokter mencurigai dia terkena hepatitis.

Suami saya harus menjalani pemeriksaan laboratorium darah dan air seni serta pemeriksaan ultrasonografi (USG). Hasil pemeriksaan menyokong suami saya menderita hepatitis A akut. Hasil pemeriksaan fungsi hati SGOT dan SGPT-nya meningkat 20 kali lipat dari angka normal. Bilirubin juga meningkat dan pemeriksaan IgM HAV positif.

Menurut dokter, suami saya terkena hepatitis akut. Sepanjang yang saya tahu, hepatitis A biasanya akan sembuh dan tidak menjadi kronik. Dokter membenarkan bahwa hepatitis A pada umumnya akan sembuh sempurna. Hepatitis B akut sekitar 5 persen dapat menjadi kronik, sedangkan hepatitis C akut 85 persen yang menjadi kronik. Namun, dokter menambahkan bahwa hepatitis A juga ada komplikasinya, misalnya bilirubin yang tinggi, tapi kejadiannya tidak sering.

Karena sulit makan, suami saya dirawat di rumah sakit dan perlu mendapat infus. Dia dirawat sekitar dua minggu dan diperbolehkan pulang karena SGOT dan SGPT menurun tajam. Namun, sewaktu pulang bilirubinnya tidak turun, bahkan meningkat. Di rumah keadaannya cukup baik, bisa makan dan bergerak, tapi timbul rasa gatal serta matanya bertambah kuning. Ulangan pemeriksaan bilirubin menunjukkan hasil bilirubin total 18. Saya amat khawatir karena nilai normal bilirubin hanya 1. Dokter menambahkan obat, tapi tidak meminta agar suami saya dirawat. Dia meminta kami bersabar karena penurunan bilirubin mungkin akan lama.

Memang benar, secara berkala pemeriksaan bilirubin menurun dan ketika bilirubin masih 3 suami saya sudah diizinkan bekerja. Keseluruhannya suami saya harus istirahat tidak masuk kerja sekitar 5 minggu. Ini amat berat bagi kami sekeluarga karena pendapatan suami saya hanya sebagian kecil dari gaji dan porsi terbesar adalah dari bonus penjualan.

Saya dan dua anak yang berumur 6 dan 8 tahun belum pernah diperiksa hepatitis A. Perlukah pemeriksaan hepatitis A buat kami dan apakah kami perlu diimunisasi? Kami tidak ingin terkena hepatitis seperti suami saya karena amat memberatkan bagi keluarga karena biaya kesehatan dari kantor amat terbatas. Bagaimana mencegah penularan hepatitis A? Terima kasih atas jawaban dokter.
S di B

Jawab:
Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat kita. Hepatitis A menular melalui makanan dan minuman, sedangkan hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh. Hepatitis A sering dijumpai pada remaja dan orang dewasa muda yang terpapar makanan dan minuman yang tercemar virus hepatitis A.

Dulu anak-anak yang sering tertular hepatitis A, tetapi sekarang karena tingkat kebersihan kita meningkat, penularan bergeser ke remaja dan orang dewasa muda. Dulu karena kejadian hepatitis A pada anak amat tinggi, umumnya orang dewasa sudah pernah terpapar virus hepatitis A. Mereka yang terpapar mungkin mengalami sakit, tapi juga dapat tidak menunjukkan gejala. Karena sebagian besar mereka yang telah terpapar telah mempunyai antibodi terhadap hepatitis A, maka imunisasi waktu itu tidak banyak dianjurkan.

Sekarang, setelah terjadi pergeseran penularan pada usia remaja, banyak remaja dan orang dewasa muda yang tertular. Gambaran klinis hepatitis A pada orang dewasa lebih berat daripada anak-anak. Gejalanya seperti yang dialami suami Anda, berupa demam, mual, rasa badan lemah, nyeri daerah perut, dan juga biasanya disertai dengan warna air seni yang kemerahan.

Sebagian penderita dapat istirahat di rumah, tapi jika gejala hebat atau SGOT dan SGPT lebih dari 1.000 biasanya akan dirawat di rumah sakit. Hepatitis A akan sembuh sendiri sehingga pengobatan ditujukan untuk menghilangkan gejala. Belum ada obat antivirus untuk hepatitis A. Jika sembuh biasanya kekebalan akan didapat seumur hidup sehingga infeksi tidak berulang.

Namun, patut diingat, seorang yang telah mempunyai kekebalan terhadap hepatitis A tetap dapat tertular hepatitis B ataupun C. Meski jarang terjadi, komplikasi di antaranya adalah bilirubin yang tinggi dan menetap. Bilirubin yang tinggi menimbulkan warna kuning pada konjungtiva mata dan kulit. Biasanya jika bilirubin tinggi juga disertai rasa gatal yang sukar dihilangkan dengan obat gatal (antihistamin).

Namun, biasanya bilirubin yang tinggi secara perlahan akan turun dan penderita akan kembali pulih. Penularan hepatitis A melalui makanan dan minuman. Karena itu, kita harus sering mencuci tangan dengan air mengalir dan jika mungkin memakai sabun atau obat suci hama. Pilihlah makanan dan minuman yang bersih. Jadi kalau jajan di luar lihatlah kebersihan rumah makannya, termasuk air pencuci piring.

Imunisasi
Khusus untuk hepatitis A tersedia imunisasi untuk mencegah penularan. Efektivitas imunisasi hepatitis A amat tinggi, lebih dari 90 persen. Karena itu, memang ada baiknya kita melindungi diri dengan imunisasi hepatitis A. Sebenarnya jika memungkinkan kita dapat memeriksa terlebih dahulu, apakah kita telah terpapar hepatitis A. Pada pemeriksaan laboratorium, mereka yang telah terpapar akan memiliki anti-HAV, mereka tidak perlu lagi diimunisasi. Harga vaksin hepatitis A relatif tidak mahal. Imunisasi dilakukan dua kali. Suntikan pertama akan diikuti oleh suntikan kedua enam bulan kemudian. Setelah dua kali suntikan ini biasanya kekebalan akan timbul dan bertahan seumur hidup.

Jadi, Anda dan anak-anak dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menetapkan apakah sudah terpapar hepatitis A, dan jika belum punya kekebalan dapat menjalani imunisasi hepatitis A. Imunisasi hepatitis A merupakan salah satu contoh di mana imunisasi menjadi investasi yang amat menguntungkan. Dengan biaya yang tidak seberapa dapat dicegah pengeluaran biaya untuk menatalaksana hepatitis A yang jauh lebih besar.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved