Senin, 8 Juni 2026

Kuliner Nusantara

Menu Selat Solo Dagingnya Empuk

Daging sapi, selada, kentang, wortel, buncis, keripik kentang, dan acar ketimun, itulah menu khas Dapur Solo.

Tayang:

WARTA KOTA, SUNTER - Daging sapi, selada, kentang, wortel, buncis, telur pindang, keripik kentang, mustard, dan acar ketimun, itulah menu khas Dapur Solo : Selat Solo.

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus anak yang masih kecil waktu itu, tidak memungkinkan Swan Kumarga (53) bekerja di luar rumah. Berkat saran suaminya, Heru Kumarga (53), akhirnya Swan membuka usaha di rumah berjualan jus dan rujak.

Dengan bermodalkan brosur sederhana tulisan tangan dan sepeda ontel milik keluarga kecil nan sederhana, Swan menyebarkan brosur tersebut ke rumah-rumah tetangga.

Usahanya dimulai di garasi rumahnya pada 1988. Pendapatan dari Rp 3.000 perhari, kian hari kian bertambah. Pelanggan yang datang kebanyakan adalah ibu-ibu sekitar rumah dan anak-anak remaja yang baru pulang dari sekolah. Kemudian bertambah pelanggan dari kantor-kantor.

"Saya kemudian menambahkan menu masakan rumah khas Solo," ujar Swan saat pembukaan outlet Dapur Solo terbaru di Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara, Selasa (10/12).


Heru Kumarga mengatakan, dagangan berupa jus dan rujak laku dibeli orang-orang proyek. Maklum, saat itu dia berstatus sebagai manajer proyek. Namun saat hujan, jus dan rujaknya tak laku. Akhirnya tercetus ide jualan gado-gado. Pertama jualan cuma laku dua-tiga bungkus. "Tidak itu saja, ada pembeli telepon dan kritik kalau gado-gado saya enggak enak. Syok dapat kritikan seperti itu," ujar Swan.

Namun, kritik tak menjadikan Swan patah arang. Dengan gigih, dia langsung mencari racikan yang pas untuk membuat gado-gado yang enak.

"Saya belajar dari tukang gado-gado. Sampai kemudian menemukan, oh harus tambah jeruk, kacang, dan sebagainya. Setelah dapat resep yang pas, saya mengantarkan gado-gado ke masing-masing pelanggan dengan gratis. Mereka suka dan bilang, ini baru namanya gado-gado," kata Swan, mengenang.

Dari gado-gado
Dari gado-gado itulah Swan kemudian mengembangkan usahanya, sampai kemudian terbentuk Dapur Solo dengan beragam menu tersaji di antaranya nasi gudeg Jogja, nasi pecel Madiun, nasi timbel Sunda, garang asem ayam kampung, dan nasi urap Solo.

Selat Solo merupakan salah satu menu khas Dapur Solo. Berisikan daging sapi, selada, kentang, wortel, buncis, telur pindang, keripik kentang, mustard, dan acar ketimun. Campuran isi selat Solo jelas membuat variasi rasa begitu terasa di menu yang dibandrol Rp 29.000 ini.

Dagingnya empuk, sayuran yang masuk di dalamnya tak hanya memberikan kenikmatan dalam bersantap, tetapi juga melahirkan keragaman warna yang begitu menggoda selera.

Bukan Dapur Solo namanya jika tidak memasukkan nasi liwet Solo ke dalam daftar menunya. Nasi yang ditiban putih telur, telur pindang, ati dan daging ayam kampung yang disuwir, tempe bacem, serta tak ketinggalan sayur labu, areh santan, dan karak gendar melengkapi satu porsi nasi yang berasal dari tanah Jawa ini. Gurih dan sedikit manis melebur jadi satu dalam suapannya.

Bomas yang tengah mencicipi nasi liwet Dapur Solo, mengatakan, nasi liwet yang satu ini begitu lezat dan sama dengan nasi liwet Jawa lainnya.

"Manisnya dapet dan gurihnya juga ada. Enak, sama dengan nasi liwet aslinya," katanya saat ditemui di Dapur Solo.

Ada juga nasi langgi spesial yang berisikan nasi putih, ayam, terik daging, sambal goreng kentang, abon sapi, telur dadar tipis yang disuwir, serundeng kelapa, kentang kering, dan kerupuk udang.

Menu Dapur Solo memang begitu berwarna dengan suguhan isi atau lauk pauk yang menjadi teman nasi putih. Setiap lauk pauknya tak lepas dari pekatnya bumbu yang menggoda lidah untuk bisa menikmati santapan hingga tak bersisa. (vin)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved