Kamis, 16 April 2026

SDN di Duren Sawit Kebanjiran, Pindah ke Sekolah Lain

Kegiatan belajar mengajar di SDN 07 dan SDN 08 Duren Sawit, Jakarta Timur, masih terhambat karena banjir. Keduanya tergenang 40 cm

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Dian Anditya Mutiara

WARTA KOTA, DUREN SAWIT - Proses kegiatan belajar mengajar di SDN 07 dan SDN 08 Duren Sawit, Jakarta Timur, masih terhambat karena banjir. Kedua sekolah tersebut, masih digenangi air setinggi kurang lebih 30 cm-40 cm. Karena itu, sebanyak 900 murid pun terpaksa dipindahkan ke sekolah lain.

Pantauan Warta Kota, Selasa (10/12/2013) siang, tampak beberapa petugas dan guru di SDN Duren Sawit 07 membersihkan ruangan sekolah. Ketinggian di halaman sekolah mulai surut dari sebelumnya 50 cm saat ini hanya 30 cm-40 cm. Sementara di dalam ruangan termasuk kelas, air sudah mulai surut.

Para petugas sekolah maupun guru terlihat membersihkan ruangan yang kini penuh lumpur tersebut. Mereka mengepel dan mengeringkan ruangan kelas. Genangan air di halaman sendiri masih terlihat cukup kotor dan bau. Beberapa sampah juga terlihat di beberapa bagian. Sedangkan, bangku serta meja masih ditumpuk di sebuah ruangan kelas yang telah kering.

Sementara, di pintu masuk sekolah, pihak sekolah memasang spanduk berukuran 2,5mx1m. Tertulis, "Karena Banjir, KBM Dialihkan ke SDN Pondok Bambu 07/08 masuk pukul 13.00."

Salah satu orangtua murid Leni (40), saat itu tampak sedang mengantarkan putrinya, Dhea (10) ke sekolah tersebut. Namun, ia tampak terkejut ketika melihat pengumuman di spanduk itu. "Wah gara-gara banjir jadi ribet nih, soalnya rumah saya di Jatibening Bekasi, sekarang malah dipindah sekolah ke Pondok Bambu, lebih jauh lagi, kasihan anak saya," kata Leni ditemui di depan sekolah tersebut, Selasa (10/12) siang.

Leni saat itu mengantarkan putrinya yang masih duduk di kelas 3, menggunakan sepeda motor matik Honda Vario. Menurut Leni, seharusnya, sekolah itu segera direnovasi agar terhindar dari banjir pasalnya, hujan lebat dalam waktu satu jam saja sekolah tersebut sudah dipastikan akan tergenang banjir.

"Seharusnya sekolahnya ditinggikan, jadi nggak bakalan banjir. Kalau banjir gini terus, kasihan murid-muridnya," kata Leni yang akhirnya mengantar putrinya ke sekolah sementara di Pondok Bambu itu.

Apalagi, lanjutnya, kini para murid justru masuk pada siang hari. Padahal di sekolah sebelumnya mereka masuk pada pagi hari. "Kalau masuk siang mereka kasihan panas-panasan, yang ada nanti malah nggak konsentrasi pas belajar," tambah Leni.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved