Ruas Jalan Ini Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah
Warga resah atas keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Raya Bekasi Timur KM 17, Pulogadung, Jakarta Timur
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - Warga resah atas keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Raya Bekasi Timur KM 17, Pulogadung, Jakarta Timur, tepatnya sebelah Stasiun Klender dan Pasar Klender.
Pasalnya, tempat pembuangan sampah itu berada di badan jalan, sehingga menutup jalan dan menghalangi laju kendaraan.
Pantauan Warta Kota, Minggu (8/12/2013) siang, sampah itu berserakan di badan jalan. Sampah menutupi lebih dari setengah jalan selebar empat meter tersebut.
Sebuah kontainer berwarna oranye juga diletakkan dan menutupi jalan itu. Alhasil, kendaraan yang melintas dari arah Barat ke Timur, menuju Jalan Bekasi Raya, terhalangi sampah.
Pengendara terpaksa harus menghindari tumpukan sampah dengan melintas di sisi kiri jalan. Yuliana (36), salah satu pedagang, mengaku, keberadaan tempat pembuangan sampah tersebut cukup mengganggu.
Pasalnya, selain bau tak sedap, sampah juga menutup jalan. Bahkan, tiap pagi hari, katanya, kerap mengakibatkan kemacetan. Pasalnya, arus kendaraan terhambat, akibat jalan jalan yang tertutup tumpukan dan kontainer sampah.
"Yang pasti bikin risih dan jorok melihat tempat pembuangan sampah malah ada di badan jalan. Apalagi jalan ini kan banyak dilintasi kendaraan, ya tiap pagi jadi macet," kata Yuliana, pedagang buah di jalan tersebut, ketika ditemui Warta Kota, Minggu (8/12/2013) siang.
Menurut Yuliana, jalan tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah sejak kurang lebih setahun lalu. Sebelumnya, pembuangan sampah ditempatkan di belakang Stasiun Klender.
Namun, setelah stasiun direnovasi, tempat pembuangan sampah justru diletakkan di badan jalan tersebut. Sampah itu sendiri, menurut Yuliana memang kerap diangkut oleh petugas kebersihan tiap pagi hari. Tumpukan sampah berasal dari para pedagang di Pasar Klender serta beberapa pemukiman warga.
"Saya sendiri nggak setuju kalau ditempatkan pembuangan sampah di situ. Kenapa nggak dicarikan tempat yang layak, kalau di jalan kan mengganggu dan bukan tempat semestinya," ujar Yuliana yang sudah berdagang sejak tahun 2008 itu.
Hal senada dikatakan oleh Maulana (31), salah satu penumpang kereta, tumpukan sampah sangat mengganggu, pasalnya berada di tepat pintu ke luar stasiun.
Alhasil, setiap penumpang kereta yang ke luar stasiun harus melewati tumpukan sampah tersebut.