Breaking News:

Tip Sehat

Mencegah Penularan Hepatitis B ke Bayi

Setahu saya, hepatitis B menular melalui cairan tubuh, termasuk melalui hubungan seksual.

Kompas.com
Ilustrasi. 

Oleh dr Samsuridjal Djauzi

WARTA KOTA, PALMERAH - Saya pegawai suatu laboratorium swasta. Sekarang saya berumur 26 tahun dan telah menikah setahun yang lalu.

Suami saya berumur 28 tahun dan bekerja di bank. Saya sudah lama mengetahui bahwa saya tertular hepatitis B. Sebelum menikah kami melakukan tes hepatitis dan HIV. HIV kami berdua negatif, sedangkan hepatitis B saya tetap positif.

Saya pertama kali tahu positif hepatitis B waktu berumur 15 tahun. Apakah saya dapat digolongkan menderita hepatitis kronik? Apakah saya harus minum obat untuk menghilangkan virus hepatitis B dalam tubuh saya.

Setahu saya, hepatitis B menular melalui cairan tubuh, termasuk melalui hubungan seksual. Karena itulah selama setahun ini kami menjalani keluarga berencana dengan memakai kondom. Suami telah diimunisasi hepatitis B sebelum menikah dan hasilnya bagus, pembentukan antibodinya tinggi sekali. Kami merencanakan akan mempunyai anak. Ada hal yang kami khawatirkan, yaitu penularan hepatitis ke bayi saya nantinya.

Apa yang dapat saya lakukan agar jika saya hamil nantinya tidak menulari bayi dengan hepatitis B? Benarkah penderita hepatitis B di Indonesia tergolong tinggi? Apakah sudah ada upaya pemerintah untuk mengendalikan hepatitis B di negeri kita?

Bagaimana pula dengan terapinya, apakah sudah ada obat hepatitis B yang cukup ampuh? Benarkah petugas kesehatan, termasuk petugas laboratorium lebih tinggi risikonya tertular hepatitis B? Lalu, apakah petugas kesehatan diwajibkan menjalani imunisasi hepatitis B? Terima kasih atas penjelasan Dokter.

J di J

Pada survei tahun 2007 didapatkan sekitar 9,4 persen penduduk kita terinfeksi hepatitis B. Jadi, hampir 10 persen. Penderita hepatitis B yang tertular semasa bayi dari ibunya mengalami penularan yang disebut penularan vertikal. Bayi yang terinfeksi hepatitis B, risiko menjadi kronik lebih tinggi daripada orang yang terinfeksi hepatitis B pada waktu dewasa. Penularan pada waktu dewasa ini disebut penularan horizontal.

Karena itulah kita perlu menjaga agar ibu hamil dengan hepatitis B positif tidak menularkan hepatitis B pada janinnya. Sekitar 95 persen mereka yang tertular hepatitis B akan sembuh dan hanya sekitar 5 persen yang menjadi kronik. Adapun bayi yang tertular hepatitis B dari ibunya kemungkinan menjadi hepatitis B kronik lebih besar daripada menjadi sembuh. Karena itu, penting mengusahakan agar tidak terjadi penularan dari ibu hamil dengan hepatitis B positif ke bayinya.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved