Breaking News:

Cerita Sadis Bagaimana Tante Heny Dihabisi Lalu Ditenggelamkan ke Sungai

Swanda menambahkan sebelum membuang mayat ke sungai, Suherman survei lokasi lebih dulu menggunakan sepeda motor.

KOMPAS.COM / SHUTTERSTOCK
Garis polisi 

WARTA KOTA, JAKARTA - Swanda merupakan orang yang membantu Suherman (sebelumnya ditulis Suhendar) untuk membuang jenazah Heny Dewi Manapode (73) atau tante Heny. Mayat yang disimpan dalam koper itu kemudian ditemukan warga di Kali Cinyurup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/11/2013).

Kepada polisi, hari ini, Swanda mengaku tidak memiliki peran besar dalam kasus pembunuhan tante Heny. Ia mengatakan hanya ikut mengangkat jenazah 'pacar' Suherman ke koper dan menenggelamkan ke sungai.

"Saya diminta Suherman datang ke rumah kos tempat ibu (korban) tinggal. Pas datang, dia dalam posisi duduk di lantai, kepala sampai pinggul tertutup handuk. Terus Herman yang punya ide ambil koper di lemari dan memasukkan ke dalam koper," kata Swanda di Polda Metro Jaya.

Swanda menambahkan sebelum membuang mayat ke sungai, Suherman survei lokasi lebih dulu menggunakan sepeda motor. Tujuannya untuk memastikan keamanan.

"Kami berangkat ke Kali Cinyurup, Desa Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Katanya, kali itu lumayan dalam. Di perjalanan, kami juga sempat membeli karung dan mengisinya dengan batu untuk digantungkan di koper," kata Swanda.

Swanda mengaku usai membantu membuang mayat Heny, dia diberi uang Rp 200 ribu oleh Suherman. Dua minggu kemudian ia diberi uang lagi Rp 1 juta.

Misteri pembunuhan Heny terungkap setelah polisi menangkap Suherman. Suherman mengaku menghabisi Heny dengan cara menusuk-nusuk tubuh Heny dengan pisau lantaran sakit hati. Suherman dan Heny kenal di tempat pijat di salah satu pusat perbelanjaan.

Tags
koper
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved