Pengemis Kaya

Walang Kapok Tak Mau Mengemis Lagi

Dikawal dua mobil Walang bin Kilon dan Sa'aran yang membawa uang tunai Rp 25 juta dalam gerobaknya, akhirnya dipulangkan ke Subang

Warta Kota/Mohamad Yusuf
Walang bin Kilon, pengemis yang memperoleh uang Rp 25 juta dalam 15 hari mengemis di Jakarta. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG - Dikawal dua mobil Walang bin Kilon (54) dan Sa'aran (70), dua orang pengemis yang membawa uang tunai Rp 25 juta dalam gerobaknya, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya di Subang, Jawa Barat, Selasa (3/12/2013) pagi.

Sebelumnya, Walang secara simbolis menerima uang dalam satu kantong plastik merah. Pria yang sudah menikah dua kali itu pun menandatangani surat perjanjian diatas materai, yang isinya tak akan kembali mengemis di Jakarta.

"Kapoklah, saya mau jualan sapi saja," katanya saat ditemui di Panti Sosial Bina Insan, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (3/12/2013).

Mengenakan kemeja merah lengan panjang dan kopiah berwarna hitam, Walang mengaku senang pulang kembali ke kampungnya. Uban telah memenuhi rambut di kepalanya, dan gigi kuning terlihat saat pria berusia 54 tahun itu menyeringai.

Uang Rp 25.400.000 yang dibawa selama mengemis dikembalikan pada Walang dan Sa'aran. Sedangkan Sa'aran, mengenakan baju koko putih dengan kopiah putih dan duduk di kursi roda.

Penyerahan uang dilakukan oleh Kepala Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Purwono. Uang itu diterima langsung oleh Walang. "Ini Pak Walang, uangnya kita kembalikan. Nilainya Rp 25,4 juta ya," katanya di panti sosial, Selasa (3/12/2013).

Setelah menyerahkan uang, Purwono berpesan pada Walang untuk membagi dua hasil mengemisnya pada Sa'aran. Sebab selama 6 bulan di Jakarta, mereka selalu berdua.  "Jangan lupa dikasih uangnya ke Pak Sa'aran. Kan mengisnya bareng ya," ucapnya Purwono.

Menerima uang itu, Walang tampak sumringah. Dia pun menandatangani surat penyerahan uang itu dengan tangan kanannya yang sedikit cacat. "Alhamulillahirobbilalamin. Iya ini diterima. Nanti dikasih ke dia. Nanti kalau nggak dikasih keluarganya marah," ujar Walang.

Walang berujar, dirinya kapok dan tidak akan kembali mengemis di Jakarta. Dia memilih membuka usahanya kembali dengan uang yang dimilikinya saat ini. "Kapok, saya mah mau jual sapi, kampung, ayam, sama entok aja di kampung. Jual kedelai. Ya pakai duit ini," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved