Breaking News:

Tip Sehat

Waspadai Kematian akibat Pneumonia

Pneumonia pada anak, orang berusia lanjut, serta mereka yang berpenyakit kronis dapat menjadi berat bahkan dapat menimbulkan kematian.

Editor: Andy Pribadi
the50besthealthblogs.blogspot.com
Wanita batuk belum tentu pneumonia atau radang paru. 

Oleh dr Samsuridjal Djauzi

WARTA KOTA, PALMERAH - Ayah saya meninggal dunia bulan lalu dalam usia 75 tahun. Semula beliau mengalami pembengkakan prostat. Ayah mengalami kesulitan jika berkemih. Setelah berkemih, beliau tidak merasa puas. Selalu ada rasa sisa sehingga ingin berkemih lagi.

Semula beliau tidak mau dioperasi karena merasa sudah tua dan beliau juga mengidap kencing manis. Namun, operasi prostat berjalan lancar dan beliau sudah direncanakan boleh pulang. Tiba-tiba beliau mengalami demam tinggi sampai menggigil dan agak sesak. Pemeriksaan darah dan air seni tidak menunjukkan adanya infeksi saluran kencing, tetapi foto rontgen menunjukkan adanya pneumonia. Setelah dirawat selama lima hari, beliau meninggal dunia. Dokter menjelaskan bahwa ayah meninggal karena gagal napas yang tidak teratasi. Penyebabnya adalah pneumonia. Kami tidak begitu memahami penyakit pneumonia.

Mohon penjelasan dokter tentang penyakit pneumonia. Apakah pneumonia hanya mengenai orang berusia lanjut? Bagaimana cara mencegah pneumonia? Apakah ibu dan saya beserta kakak, adik perlu diimunisasi pneumonia? Terima kasih atas penjelasan dokter.

S di J

Saya ikut berdukacita atas meninggalnya ayah Anda. Angka kematian pada perawatan pneumonia memang masih tinggi di RS Cipto, sekitar 30 persen. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai kuman, tetapi yang sering ditemukan adalah kuman Streptococcus pneumoniae. Kuman ini dapat hidup di tenggorokan tanpa menyebabkan penyakit (komensal), tetapi juga dapat menimbulkan penyakit, seperti infeksi tenggorok, infeksi telinga tengah, dan sinusitis. Penyakit-penyakit tersebut masih tergolong penyakit yang tidak berat.

Kuman streptokok dapat menimbulkan penyakit berat pneumonia invasif, yaitu bakteremia (kuman masuk ke sirkulasi darah) dan meningitis (infeksi selaput otak). Kuman streptokok ini juga sering menimbulkan pneumonia (radang paru). Usia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya pneumonia. Berbagai rujukan mengatakan bahwa usia bayi dan anak serta dewasa usia lanjut mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena pneumonia.

Data Profil Kesehatan Indonesia 2009 menyatakan, pneumonia masuk ke dalam 10 penyakit penyebab rawat inap terbanyak dengan tingkat fatalitas yang tertinggi. Pneumonia pada anak, orang berusia lanjut, serta mereka yang berpenyakit kronis dapat menjadi berat bahkan dapat menimbulkan kematian.

WHO dan Unicef mencanangkan, pada tahun 2025 kematian anak karena pneumonia dan diare akan dapat dihilangkan. Di negeri kita, pneumonia serta infeksi saluran napas lain juga menjadi penyebab kematian utama. Untuk itu, WHO memperingati Hari Pneumonia yang jatuh pada tanggal 12 November.

Penularan
Kuman streptokok ditularkan melalui butir ludah (droplet) yang beterbangan di udara sewaktu penderita batuk. Untuk itu dianjurkan penderita dan orang di sekelilingnya menggunakan masker. Ventilasi udara harus baik.

Halaman
12
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved