Breaking News:

Dokter Ditangkap

Puluhan Ibu Hamil Stres Berat

Tidak hanya Alfa dan Anis yang tengah stres menunggu kelahiran sang bayi, tetapi puluhan bahkan mungkin ribuan perempuan hamil.

Editor: Suprapto
Tribun Makassar
Aksi solidaritas dokter di Makassar 

WARTA KOTA, KELAPAGADING-- Alfa Restu (28) pasien yang tengah menunggu kelahiran bayi yang dikandungnya di RSIA, Hermina Podomoro Sunter Jakarta Utara memohon agar para dokter kandungan tidak jadi melakukan demo. "Banyak ibu-ibu hamil yang tengah menunggu kelahiran dan butuh bantuan dokter stres karena berita ini," katanya.

Anis Nurfadilah (23) pasien lainnya, menyarankan sebaiknya dokter tidak usah melakukan demo. "Nanti kalau pasien membutuhkan dokter, lalu dokternya nggak ada bagaimana? Kan ada cara lain, seperti musyawarah dan nggak perlu demo total," kata warga Jalan Ultraviolet Blok B2, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Asih (35) petugas Personal Maternity Officer (Pelayanan Administrasi Kandungan-Red) di rumah sakit tersebut meyakinkan Alfa dan Anis agar tetap tenang. Dia mengatakan, meski dokter se-Indonesia berdemo di HI, namun ia memastikan bahwa pelayanan di RSIA Hermina Sunter Podomoro Jakarta Utara akan tetap buka. "Tindakan pertolongan tetap ada seperti cesar, IGD dan dokter di sini tetap melayani semuanya," ujar Asih.

Tidak hanya Alfa dan Anis yang tengah stres menunggu kelahiran sang bayi, tetapi puluhan bahkan mungkin ribuan perempuan Indonesia yang tengah hamil mengalami stres mendengar para dokter spesialis kandungan, Rabu (27/11) ini mogok serentak tidak buka praktik sehari penuh. Mereka semakin stres karena sebagian diantara nya ada yang sudah menjadwalkan persalinan anaknya melalui operasi caesar.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyerukan para dokter mogok nasional pada 27 November ini, setelah berbagai upaya mulai dari memakai pita hitam, doa bersama, melobi Menteri Kesehatan, Mah­kamah Agung (MA), dan Kejaksaan Agung gagal membebaskan dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, dr Hendy Siagian, dan de Hendry Simanjuntak. Bahkan dr Hendry ditangkap dengan diborgol bak teroris. Akhirnya PB IDI menyerukan para dokter mogok nasional, kecuali dokter yang bertugas di UGD.

Para dokter sesungguhnya memahami Sumpah Hippocrates,  yakni: "Saya akan menggunakan pengobatan untuk menolong orang sakit sesuai kemampuan dan penilaian saya, tetapi tidak akan pernah untuk mencelakai atau berbuat salah dengan sengaja."

Sejumlah rumah sakit menyatakan tetap melayani pasien seperti biasa. Diantaranya RSCM, RSAB Harapan Kita, RS Primer Jatinegara, RSIA Bunda, dan RSUD Tarakan.

Yang stres bukan hanya ibu hamil, tetapi pasien di sejumlah rumah sakit juga was-was karena hari ini khawatir tak terlayani karena para dokter mogok. Para ibu hamil yang sudah menjadwalkan persalinan kian stres karena hari bahagia menanti pujaan hatinya bisa tertunda.

Seorang ibu hamil bernama Dini Astuti (25), semalam mempercepat jadwal periksanya ke dokter kandungan di Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita, Jakarta Barat. Dini memang belum akan bersalin, teapi sengaja datang memeriksakan kandungannya lebih cepat karena sudah mendengar informasi Rabu ini akan ada aksi mogok nasional dokter kandungan.

"Saya Selasa siang sudah mendengar pada Rabu ini para dokter akan berdemo. Kebetulan teman saya juga dokter. Jadi, mending saya periksa lebih awal semalam saja, buat antisipasi," kata Dini kepada Warta Kota.(fha/bin/suf/dod/m15)

Informasi lebih lengkap, silakan baca Warta Kota edisi Rabu (27/11/2013).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved