Kamis, 9 April 2026

Penyerapan Obligasi Dollar AS Lemah, Rupiah Ikut Lemah

Laju mata uang rupiah kembali alami pelemahan pada penutupan kemarin.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Laju mata uang rupiah kembali alami pelemahan pada penutupan kemarin. Pelemahan ini diakibatkan oleh buruknya penyerapan obligasi dalam dollar AS.

Tidak tercapainya target lelang obligasi Pemerintah dalam bentuk dollar AS turut menekan Rupiah. Pemerintah menargetkan lelang dapat tercapai senilai 450 juta dollar AS namun, yang tercapai hanya 190 juta dollar AS.

"Akibatnya Rupiah menembus Rp 11.765 per dollar AS dari sebelumnya yang berada di Rp 11.722 per dollar AS," kata Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, di Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Selain serapan obligasi, laju dollar AS kembali alami penguatan dibandingkan dengan mata uang yen pasca dirilisnya komentar beberapa pejabat Bank Of Japan (BoJ) yang mengatakan masih adanya risiko dan ketidakpastian pada ekonomi Jepang.

Bahkan sentimen positif dari terapresiasinya euro setelah PboC mengangap pentingnya mengatur cadangan devisa dalam bentuk Euro juga tidak berdampak pada penguatan Rupiah.

"Kami perkirakan pada hari ini, Rupiah akan berada di bawah target support Rp11745. Rp11788-11750 (kurs tengah BI)," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved