Breaking News:

MA Putuskan Tiga Dokter Sulut Bersalah

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Utara, Jemmy Waleleng, mengaku sudah mendengar ditangkapnya dr Hendry Simanjuntak DSOG.

Editor: Suprapto
Tribunnews.com
Ilustrasi: MA putuskan tiga dokter di Manado,Sulawesi Utara, bersalah. 

WARTA KOTA, MANADO-- Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Utara (IDI Sulut), Jemmy Waleleng mengaku sudah mendengar kabar ditangkapnya dr Hendry Simanjuntak DSOG.

Dia pun sudah mengecek kebenaran info itu ke pengurus IDI di Sumut dan pengurus Pogi di Manado. "Tadi pagi saya sudah dapat informasinya. Katanya kemarin malam yah," kata Jemmy, Minggu (24/11).

Mengenai penangkapan itu, Jemmy menegaskan bahwa pihaknya menghargai proses hukum. Kata dia, dokter yang juga merupakan masyarakat tentunya tidak kebal hukum. "Proses yang berlangsung saat ini silakan berjalan saja," ucapnya.

Jemmy Waleleng sendiri telah berkoordinasi dengan Pengurus Besar (PB) IDI setelah mendapatkan informasi bahwa dr Hendry ditangkap. Langkah selanjutnya IDI Sulut pun masih menunggu kajian dari PB  IDI yang sedang mengambil langkah strategis agar tidak terjadi keresahan pada seluruh dokter yang ada.

IDI sendiri memiliki beberapa perhimpunan seperti Pogi. Seluruh perhimpunan itu akan dikoordinasi oleh PB IDI untuk sama-sama mencari solusi terbaik dan dapat menyikapi dengan cara membuat pertemuan untuk menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan ke orang-orang yang berkompeten.

Mengenai tiga dokter yang diputus MA bersalah, menurut Jemmy bahwa yuniornya itu bukan seorang penjahat. Mereka sudah melakukan pekerjaanya sesuai dengan SOP.

Dirinya pun menegaskan bahwa pihak IDI tentunya tidak akan melakukan pembelaan terhadap dokter yang memang ternyata melakukan kesalahan. Namun untuk persoalan dr Dewa Ayu Asiary SpOG dan kedua rekannya, IDI berpendapat bahwa mereka tidak bersalah.

Dikatakannya, dengan kejadian seperti ini, para dokter justru malah takut mengambil tindakan medis. Dokter, katanya, juga akan berencana menarik diri karena takut jika kejadian seperti itu terulang.

"Masyarakat juga harus diedukasi. Pelayanan di sini akan mundur karena dokter akan menarik diri," ujarnya.

Saat ditanya langkah ke depannya? Jemmy mengatakan hingga saat ini dirinya belum mengambil instruksi apa-apa.

Namun demikian, dirinya mendengar bahwa Menteri Kesehatan juga sudah menyurat ke Kejagung. "Kita tunggu saja hasilnya," ucapnya.

Di sisi lain, Jemmy yang mengatasnamakan IDI Sulut juga meminta maaf kepada seluruh wartawan terkait adanya penghinaan terhadap profesi jurnalis yang dilakukan oleh oknum dokter. Dia pun meminta agar jangan digeneralisir hingga membuat persoalan tersebut menjadi melebar.

"Saya minta kepada teman-teman pers untuk menyampaikan siapa saja yang telah melakukan penghinaan tersebut. Tentu kami akan tindak keras oknum dokter itu. Pers itu adalah mitra kami sama seperti masyarakat juga," tandasnya. (Kevrent Sumurung)

Tags
dokter
IDI
Sumber: Tibun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved