Breaking News:

Dokter Sulut Ramai-ramai Demo di Jakarta

Penangkapan dan penahanan dr Dewa Ayu Sasiary SpOG mengundang keprihatinan dari para koleganya di Sulawesi Utara.

Editor: Suprapto
Tribunnews.com
Ilustrasi: Dokter Sulawesi Utara akan berdemo di Jakarta untuk memprotes penahanan rekan mereka. 

WARTA KOTA, MANADO--Penangkapan dan penahanan dr Dewa Ayu Sasiary SpOG mengundang keprihatinan dari para koleganya di Sulawesi Utara. Mereka turun ke jalan, berunjuk rasa di DPRD Sulut, kantor gubernur dan Rutan Malendeng, tempat dr Ayu ditahan.

Tak berhenti di situ, mereka juga menghentikan aktivitas praktik selama tiga hari. Aksi ini selain sebagai bentuk solidaritas, juga menjadi sarana para dokter menyampaikan pesan akan kekhawatirannya bersinggungan dengan pidana ketika menangani pasien.

Lalu bagaimana reaksi para dokter ketika giliran dr Hendry Simanjuntak SpOG yang ditangkap? Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Utara, Dr dr Taufik Pasiak MKes MPd, mengaku belum mendengar penangkapan tersebut. Namun jika benar, maka dia dan para dokter akan melakukan unjuk rasa lebih besar lagi.

"Saya belum tahu persis dengan ditahannya Hendry, berdasarkan kata teman-teman di akun media sosial saya, kata mereka Hendry sudah ditangkap," ujar Taufik Pasiak, Minggu (24/11).

Ditegaskannya, ia juga sangat menghormati hukum. "Proses hukumnya dihargai. Jika benar ia ditahan, maka pihak kedokteran juga tentu memahami bahwa ada hal- hal tertentu yang membuat kita (IDI) harus bergerak. Makanya solidaritas ini pada 27 November besok di Jakarta akan ada demo besar-besaran dan akan diikuti demo susulan di seluruh Tanah Air pada waktu yang ditentukan," jelasnya.

Bagaimana dengan klinik atau tempat-tempat praktik, apakah akan ditutup? "Seperti yang lalu, klinik atau tempat praktik yang tutup hanya dokter kebidanan atau kandungan, bukan semua atau umum," katanya.

Sesuai yang ia dengar, maka klinik atau tempat praktik kebidanan/kandungan akan tutup lagi. "Saya kan bukan ahli kebidanan, saya umum. Tapi yang saya dengar dari persatuan kebidanan akan seperti itu lagi," ungkapnya.

Dikatakannya, setiap dokter yang ahli kebidanan di daerah-daerah sudah berangkat kemarin untuk unjuk rasa di Jakarta. "Kami harapkan, pelihara solidaritas karena niat mulia kita ini jangan sampai disusupi oleh kepentingan-kepentingan yang lain. Kita tidak ingin mengganggu siapapun, baik rakyat atau yang lainnya. Karena selain dokter, kami juga rakyat, sama. Jadi intinya, torang menghargai hukum tapi torang juga ingin dihargai sebagai rakyat," tandasnya. (Alexander Pattyrani)

Sumber: Tibun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved