Geliat Siasat Perancang Pemula

Bagi perancang-muda pemula, mengawali bisnis mode di Indonesia bagai petualangan di hutan belantara.

Repro Kompas
Peragaan busana koleksi LPTB Susan Budihardjo. 

Oleh Sarie Febriane

WARTA KOTA, PALMERAH - Bagi perancang-muda pemula, mengawali bisnis mode di Indonesia bagai petualangan di hutan belantara. Industri mode yang belum terintegrasi secara mapan membuat setiap perancang pemula harus cerdik bersiasat. Peran almamater sekolah mode menjadi salah satu gantungan harapan.

Peragaan busana yang digelar sebagai perayaan kelulusan bagi para lulusan sekolah mode kerap menjadi kesempatan penting bagi desainer pemula untuk memamerkan karya mereka. Kredibilitas dan reputasi almamater sekolah pun dapat menjadi jembatan bagi desainer pemula untuk meniti bisnis.

Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo misalnya, Jumat (1/11), kembali menggelar peragaan busana pascawisuda tahunan bagi para lulusannya. Peragaan yang digelar di The Hall, Senayan City, itu juga menampilkan karya alumni dari tahun-tahun sebelumnya, yang telah merintis bisnis mode.

Tema peragaan busana ”CardioMind” mengambil gagasan dari dunia olahraga. Gaya hidup sehat dengan berolahraga di kalangan kaum urban diprediksi akan bergaung dalam arah mode tahun 2014 mendatang. Olahraga seperti lari misalnya, belakangan menjadi tren dan memberi warna tersendiri dalam gaya mode kaum urban di Jakarta.

Sekolah mode lokal yang telah berusia 33 tahun ini telah melahirkan sederet desainer terkemuka, seperti Sebastian Gunawan, Widhi Budimulia, Adrian Gan, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, dan Eddy Betty.

Dalam kesempatan kali ini, LPTB Susan Budihardjo juga memamerkan koleksi dari label Number 1 sebagai label keluaran LPTB Susan Budihardjo yang melibatkan para alumni muda sekolah mode itu sebagai sarana pembelajaran untuk terjun langsung ke dalam bisnis busana siap pakai (ready to wear).

Label Number 1 yang mewadahi karya kolektif itu di bawah pengendalian langsung LPTB Susan Budihardjo, yang mengawasi dan menyeleksi setiap karya yang dilempar ke pasaran. Hal ini menjadi terobosan istimewa, sebab LPTB Susan Budihardjo menjadi sekolah mode pertama dan satu-satunya saat ini di Indonesia yang mengeluarkan label produk mode. Label Number 1 sejak Februari 2013 mulai dijual di Metro Department Store, Mal Pondok Indah, Jakarta.

Dalam peragaan busana, Number 1 mengeluarkan koleksi baru sebanyak 20 potong busana siap pakai yang atraktif dengan motif print berwarna-warni stabilo, yang dapat menyala dalam keremangan di bawah permainan teknologi pencahayaan tertentu. Potongan busana yang sederhana dan praktis mendominasi seluruh koleksi berbahan katun dan linen. Permainan aksen garis-garis memberi kesan tegas dan sporty. ”Anak muda sekarang tentunya lebih senang yang serba praktis dan sederhana,” kata Susan Budihardjo, pendiri LPTB Susan Budihardjo.

Bagi desainer pemula, label kolektif Number 1 menjadi arena pembelajaran yang penting. Label kolektif ini melibatkan 22 desainer lulusan LPTB Susan Budihardjo, yang beberapa di antara mereka juga memiliki label pribadi. ”Bergabung dengan tim desainer label Number 1 membuat desainer pemula seperti kami bisa belajar banyak hal, mulai dari mengenal perilaku pasar dan berkompromi dengan selera pasar, mengontrol kualitas, sampai memperluas link bisnis,” kata Clara Sugandi, lulusan LPTB Susan Budiharjo tahun 2010, salah seorang desainer di balik label Number 1 dan sekaligus membangun label pribadi dengan namanya sendiri.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved