Amuk di MK

Lima Perusuh Gedung MK Masih Melarikan Diri

"Kita dapatkan dari saksi dan rekaman CCTV yang ada," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/11/2013).

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor:
KOMPAS.COM/Sandro Gatra
Gedung Mahkamah Konstitusi 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Sedikitnya masih ada lima orang yang diduga pelaku perusakan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Kamis (14/11/2013) lalu, sampai Jumat (22/11/2013), masih buron dan dalam pengejaran polisi.

Sebelumnya, polisi sudah menahan dan menetapkan 3 tersangka pelaku perusakan yang terjadi dalam sidang perselisihan hasil Pilkada Provinsi Maluku tahun 2013, di Ruang Sidang Utama, Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, menuturkan, polisi sudah mengantongi sebagian besar identitas pelaku yang masih buron tersebut. Hal itu, katanya berdasarkan keterangan saksi dan dari hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di Gedung MK.

"Kita dapatkan dari saksi dan rekaman CCTV yang ada," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/11/2013).

Menurutnya, ada 5 sampai 6 orang terduga pelaku yang masih buron dan dalam pengejaran pihaknya. "Yang masih dicari sekitar lima sampai enam orang. Belum tertangkap, dan masih dilakukan pencarian," kata Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan 3 tersangka yang sudah diamankan masih dalam pemeriksaan intensif guna pemberkasan. Mereka adalah KS, MT dan AS. Ketiganya dijerat Pasal 170 KUHP, tentang perusakan terhadap barang secara bersama-sama dengan ancaman hukuman mencapai 7 tahun penjara.

KS dan MT ditangkap setelah sebelumnya polisi mengamankan 15 orang yang terlibat perusakan termasuk Daud Sangadji, Calon Wakil Gubernur Maluku. Namun 13 orang lainnya termasuk Daud Sangadji dibebaskan karena dianggap tak terlibat.

Sementara AS menyerahkan diri, tak lama setelah polisi menetapkan KS dan MT sebagai tersangka. Setelah diperiksa AS terbukti sebagai pelaku perusakan dan ditetapkkan menjadi tersangka.

Sumber: Warta Kota
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved