Jalan Latumeten Rawan Banjir, Waduk Grogol Dikeruk
Pengerukan sendiri dilakukan agar waduk itu bisa menampung lebih banyak debit air yang masuk.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, GROGOLPETAMBURAN - Semakin dekatnya musim penghujan, pengerukan kali dan waduk di Jakarta digenjot. Seperti yang terpantau Warta Kota, Jumat (22/11) kemarin, beberapa kali besar dan waduk di Jakarta Barat dilakukan pengerukan.
Di waduk Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, empat eskavator dikerahkan untuk mengeruk waduk yang sudah mengalami pendangkalan. untuk kebersihan waduk sejauh pengamatan masih terjaga dengan baik.
Kepala Seksi Perencanaan Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat mengatakan pendangkalan di waduk tersebut sudah mencapai dua meter sehingga air akan meluap jika turun hujan.
"Kita lakukan pengerukan sedalam dua meter supaya daya tampung di sana bisa lebih besar," katanya ketika dihubungi, Jumat (22/11).
Menurut Santo, pengerukan Waduk Grogol sudah berlangsung sejak tanggal 2 November silam dan direncanakan akan selesai akhir bulan ini. Pengerukan sendiri dilakukan agar waduk itu bisa menampung lebih banyak debit air yang masuk.
"Di sekitar waduk itu sering terjadi banjir kalau musim hujan karena kapasitas waduknya tidak mencukupi," katanya.
Langkah antisipasi bajir lainnya di wilayah Grogol, kata Santo, pihaknya sudah mengoptimalkan penempatan mesin pompa mobile berkapasitas 250 liter/detik di dua titik, yakni di jalan Kyai Tapa dan di dekat perlintasan rel Jalan Makaliwe.
"Di kali Grogol jalan Latumeten juga sedang kita keruk endapannya. Pengerukan juga kami lakukan di kali penghubung sekitar Jalan Makaliwe dan Dr. Susilo. Kalau pengerukan sudah selesai nanti kita tempatkan mesin pompa disana. Saluran di jalan itu juga sudah kita buat crossing sampai ke kolong fly over, biar nanti tidak terjadi sumbatan kalau hujan," katanya.
Clinton (19) petugas pencatat keberangkatan truk ditemui di lokasi menjelaskan bahwa endapan hasil pengerukan seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Jalan Daan Mogot KM 14, Cengkareng, Jakarta Barat.
"Setiap hari sejak 1 November lalu rata-rata dalam sehari ada 25 pembuangan dengan delapan truk. Masing-masing truk biasanya mengangkut 3-4 rit," kata dia.
Sementara itu, pengerukan di kali Mookervart di Jalan Daan Mogot, juga sedang dilakukan. Pengerukan, berdasarkan pantauan Warta Kota, masih terpusat sekitar di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pabrik Es, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta
Pengerukan kali yang membentang di sepanjang jalan Daan Mogot itu perlu dilakukan, kata Suhendar (49), warga sekitar. Pasalnya, kata dia, endapan di sana sudah sangat parah. "Belum lagi sampahnya yang banyak. Limbah pabrik juga pada dibuang ke sini," imbuhnya.
Di Cengkareng Drain, pengerukan kali juga dilakukan. Pantauan Warta Kota kemarin sore, sebanyak tiga bechoe besar diterjunkan untuk menormalisasi kali itu.