Jumat, 10 April 2026

Tri Dianto Lapor LPSK Karena Diancam Nazaruddin

Tri Dianto, loyalis Anas Urbaningrum minta perlindung ke LPSK karena merasa terancam setelah jadi saksi Nazaruddin.

WARTA KOTA, JAKARTA - Loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Tri Dianto mengaku segera mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Kamis, (21/11/2013).

Sebab, Tri Dianto merasa terancam setelah mendapat informasi setelah KPK mengkonfrontasinya dengan Muhammad Nazaruddin terkait kasus Hambalang.

"Jadi saya kira kemarin waktu dalam proses penyidikan, saya dikonfrontir dengan Nazaruddin. Di situ ada semacam menurut saya ancaman," kata Tri Dianto saat, Rabu (20/11/2013).

Tri Dianto memang pada Jumat pekan lalu diperiksa KPK.

Di pemeriksaan itu, Tri mengaku diadu kesaksiannya dengan terpidana Wisma Atlet Sea Games, Muhammad Nazaruddin.

"Nazaruddin di depan penyidik itu jelas sekali menyuruh saya pulang ke Cilacap karena saya dinilai tidak tahu apa-apa. Semua orang dilawan, bahkan SBY pun dilawan. Dia mengatakan 'orang yang melawan SBY itu tidak lama lagi akan hilang'," kata Tri Dianto dengan mengutip pernyataan Nazaruddin.

Tri Dianto memahami pernyatakan Nazaruddin itu sebagai ancaman. Karena itu dia akan mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK.

"Saya berpikir hilang nanti dihilangkan. Karenanya saya akan laporkan ke LPSK besok. Karena saya merasa terancam," tegas mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap tersebut.

Yang disayangkan, kata Tri, Nazaruddin menebar ancaman itu di depan empat penyidik KPK.

"Yang disampaikan itu di depan empat penyidik, tapi penyidik itu terdiam, tidak ada reaksi. Seakan-akan Nazar ini seperti pimpinan KPK. Bahkan saya memprediksi pimpinan KPK ini bukan hanya lima tapi enam dengan Nazaruddin," kata Tri.

Tri Dianto berharap LPSK menerima permohonannya.

Pasalnya, sebagai lembaga perlindungan saksi, tentunya dapat menjamin keselamatan saksi yang terancam.

"Saya berharap kepada LPSK memberi perlindungan. Saya terancam dengan omongan Nazaruddin. Sebelum itu juga banyak ancaman dari elit Partai Demokrat yang mengatakan saya suruh pulang kampung. Jadi ini semacam ada sambungan antara elit Demokrat dengan Nazaruddin," kata Tri Dianto.

Sumber: Tribunnews
Tags
Tri Dianto
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved