Panglima TNI Upaya Keras Eratkan Hubungan TNI dan Polri
Panglima TNI Jenderal Moeldokoa akan berupaya keras untuk mengeratkan kembali hubungan antara TNI dan Polri.
WARTA KOTA, KALIBATA - Panglima TNI, Jendral Moeldoko mengaku akan bekerja keras untuk membuat hubungan TNI - Polri makin erat kedepannya. Kata dia hal itu untuk mencegah terulangnya bentrokan antara kedua institusi, seperti yang terjadi antara anggota TNI AD dari Batalion 305 bentrok dengan anggota Brimob Den B Cikole, Karawang, Jawa Barat kemarin, Selasa (19/11).
Dalam konfrensi pers yang digelar Panglima TNI di markas Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2013), Moeldoko menyampaikan pihaknya akan terus meningkatkan kesadaran bersama antar prajurit, dan membangun perkawanan antara sesama aparat pemerintah.
"Setiap kita kenali persoalan itu sebenarnya cukup ringan, tapi kenapa jadi berat begini. Saya akan kerja keras membenahi situsi ini," katanya.
Ia menambahkan bahwa bentrokan itu dipicu oleh kecemburuan-kecemburuan antara anggota TNI - Polri, dan menimbulkan ketidakpuasan sehingga berakhir menjadi bentrokan fisik.
Moeldoko menuturkan prajurit-prajurit TNI terbangun oleh budaya yang suka emosional dan suka arogan.
Budaya itu masih melekat pada prajurit meskipun pada pendidikan militer ditanamkan nilai-nilai tanggungjawab dan disiplin.
Corporate culture yang terbangun di TNI - Polri terbangun oleh sub-sub culture. Sub culture nya itu terbawa, Kadang-kadang sub culturenya yang suka emosional, petantang-petenteng, itu lah bagian yang tidak mudah diselesaikan.
Padahal kata dia di tingakatan atas, hubungan antara TNI - Polri semakin erat. Ia mengakui hubungan dirinya dengan Kapolri Jendral Pol Sutarman terjalin dengan baik, begitu pun jajaran-jajaran dibawahnya.
"Pada level di atas, teman-teman bisa melihat bagaimana kedekatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, Kapolri, dengan Kapolda semua terbangun kedekatan dengan sangat baik," tandasnya.