Amuk di MK
JK: Masyarakat Tidak Percaya Mahkamah Konstitusi
Salah satunya, kata JK, karena penangkapan mantan Ketua MK Akil Mochtar atas dugaan suap Pilkada Lebak dan Gunungmas.
WARTA KOTA, SENEN - Aksi anarkis di sidang Mahkamah Konstitusi oleh massa pasangan Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji dinilai terjadi gara-gara turunnya wibawa Mahkamah Konstitusi (MK) di mata masyarakat.
Hal itu dikatakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Senen, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2013). Salah satunya, kata JK, karena penangkapan mantan Ketua MK Akil Mochtar atas dugaan suap Pilkada Lebak dan Gunungmas.
Atas hal itu, kata JK, masyarakat menjadi tidak percaya lagi. Dan, lanjutnya, masyarakat selalu curiga atas tindak-tanduk MK, meski sudah tidak lagi dipimpin Akil. "Nah, tinggal keputusannya dianggap tidak kredibel. Ya itulah yg terjadi. Kedua juga tentu, pengamanannya harus diperbaiki," katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya massa pasangan Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji, mengamuk seusai sidang putusan pilkada ulang Provinsi Maluku di MK, Kamis (14/11/2013), dengan mengubrak-abrik ruang sidang pleno MK.
Massa juga melemparkan kursi-kursi pengunjung dan merusak properti MK. Sesaat kemudian, massa masuk ke ruang sidang pleno dan mengacaukan sidang. Karena situasi kacau, majelis hakim menunda sidang dan memilih meninggalkan ruangan sidang.