Piala Dunia

Mimpi Buruk Les Bleus

Pelatih timnas Perancis Didier Deschamps mengakui bahwa timnya tidak bisa mengatasi permainan fisik timnas Ukraina

WARTA KOTA, KIEV - Pelatih timnas Perancis Didier Deschamps mengakui bahwa timnya tidak bisa mengatasi permainan fisik timnas Ukraina saat mengalahkan Les Bleus 0-2 di play-off leg pertama Piala Dunia 2014, Sabtu (16/11) dini hari wib.

Hasil di Stadion Olimpiade Kiev meninggalkan Perancis situasi putus asa menjelang pertandingan leg kedua Rabu depan di Stade de France. Mimpi buruk gagal tampil di piala dunia tahun depan seperti terjadi di Piala Dunia 2004 kini di depan mata.

"Babak pertama kami tampil cukup (bagus). Kami memiliki peluang di babak kedua tapi gol pertama memberi Ukraina energi," kata Deschamps sedih. ”Mereka (Ukraina) memang tampil dengan cukup bagus. Mereka kini dalam posisi menguntungkan. Nah, tugas kita sekarang adalah mencoba membalikkan keadaan,” tutur mantan pemain timnas Perancis itu.

Tuan rumah tampaknya sudah mempelajari kekuatan Perancis. Mereka mengandalkan kekuatan fisik dan menjaga ketat pemain terbaik Perancis, Franck Ribery. Sebanyak 23 pelanggaran dilakukukan Ukraina karena mengandalkan adu fisik sedang Perancis 19 pelanggaran.

Dalam laga itu, Deschamps memilih menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Olivier Giroud memimpin di lini depan, dan Karim Benzema dibangkucadangkan. Perancis berusaha mendominasi penguasaan bola, namun Ukraina menjadi tim yang lebih berbahaya dan kiper Hugo Lloris, yang tampil 12 hari setelah menderita gegar otak, melakukan penyelamatan pertamanya dari tembakan menyilang Yarmolenko pada menit ketujuh.

Secara keseluruhan Les Bleus memang lebih banyak menguasai bola. Peluang menciptakan gol juga lebih banyak. Namun kemenangan Ukraina yang dimulai menit 61 melalui Roman Zozulia mengubah segalanya. Lalu gol kedua penalti Andriy Yarmolenko tujuh menit sebelum pertandingan berakhir benar-benar membuat Perancis putus asa. Kemenangan dengan selisih tiga gol di Stade de France jelas bukan merupakan pekerjaan mudah.

Sementara itu bagi Ukraina, kemenangan ini menjadi rekor tak terkalahkan di bawah pelatih baru Mikhail Fomenko. "Kemenangan 3-0 akan lebih baik,” ucap Fomenko. Meski demikian ia memuji kekuatan mental para pemain sebagai faktor kunci.

Ukraina tampil pertama kali di Piala Dunia tahun 2006. Saat itu mereka mencapai perempat final sebelum kalah dari Italia. Timnas Italia kemudian menjadi juara dunia dengan mengalahkan Perancis lewat adu penalti. (wit)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved