Breaking News:

Pneumonia Sebabkan Kematian Batita dan Balita di Indonesia

Berdasarkan survei yang dilakukan Kemenkes, pneumonia dan diare dinyatakan sebagai penyebab kematian pada batita dan balita di Indonesia.

Rizky Sulaiman Salim
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar seminar Kenali Dan Lawan Pneumonia, Pembunuh Balita Nomor 1 di Indonesia pada Jumat (8/11/2013), di Demang Cafe & Resto, Thamrin, Jakarta Pusat 

WARTA KOTA, MENTENG - Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kependudukan (SDKI) tahun 2012 yang dilakukan oleh BPS, BKKBN, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pneumonia dan diare dinyatakan sebagai penyebab kematian utama pada batita dan balita di Indonesia.

Untuk itu dalam rangka memperingati hari Pneumonia Sedunia yang jatuh setiap tanggal 12 November, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar seminar "Kenali Dan Lawan Pneumonia, Pembunuh Balita Nomor 1 di Indonesia" pada Jumat (8/11/2013), di Demang Cafe & Resto, Thamrin, Jakarta Pusat

Seminar ini bertujuan untuk memberi kesadaran terhadap masyarakat Indonesia mengenai bahaya Pneumonia.
Pneumonia adalah infeksi saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan fungi parasit.

Data yang dikeluarkan World Health Organization (WHO) tahun 2013, menyatakan pneumonia menjadi penyebab kematian terhadap sekitar 1,2 juta anak setiap tahunnya.

Dr. Badriul Hegar, PhD, Sp.A(K), Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI menyatakan kematian anak di Indonesia akibat Pneumonia cenderung tinggi. Menurut data dari UNICEF pada tahun 2012, Pneumonia merenggut 21.000 nyawa anak Indonesia atau 14 persen dari kematian balita.

"Melalui kesadaran dan pengetahuan bahaya Pneumonia mulai dari apa penyebabnya, bagaimana cara penularannya, faktor risiko, serta bagaimana mencegah dan mengobatinya, maka upaya melawan Pneumonia akan lebih efektif," tutur Dr. Badriul Hegar, PhD, Sp.A(K) saat mengisi seminar Pneumonia.

Menurut Badriul, penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan dengan kerja sama seluruh pihak. Baik dari professional kesehatan, pendidik, pihak swasta, masyarakat, dan pemerintah. (Rizky Sulaiman Salim)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved