Breaking News:

Manajemen Terpadu Balita Sakit Tekan Kematian Pneumonia

Sejak tahun 2009, setiap tanggal 12 November WHO menetapkan sebagai World Pneumonia Day atau Hari Pneumonia Sedunia.

Rizky Sulaiman Salim
Dr. Badriul Hegar, PhD, Sp.A(K), Prof.dr.Cissy B. Kartasasmita, Msc, Sp.A(K), PhD, Prof.Dr.dr.Bambang Supriyanto, Sp.A(K) Dari IDAI Saat Menyelenggarakan Seminar Kesadaran Terhadap Pneumonia di Demang Cafe & Resto, Thamrin, Jakarta Pusat (8/11/2013) 

WARTA KOTA, MENTENG - Sejak tahun 2009, setiap tanggal 12 November WHO menetapkan sebagai World Pneumonia Day atau Hari Pneumonia Sedunia.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap Pneumonia, mempromosikan intervensi untuk melindungi, mencegah serta mendorong untuk mengobati Pneumonia di seluruh dunia.

Tahun ini, World Pneumonia Day mengambil tema "Fight Pneumonia, Save a Child." Di Indonesia, tema ini dibuat menjadi "Kenali dan Lawan Pneumonia, Pembunuh Balita Nomor 1 di Indonesia."

Millenium Development Goals (MDGs) mempunyai target pencapaian untuk menurunkan 2/3 kematian balita akibat Pneumonia.

Di Indonesia, pemerintah melakukan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) untuk menekan angka kematian akibat Pneumonia. MTBS ini diwujudkan dengan penyediaan obat dan peralatan untuk Puskesmas dalam menangani kasus Pneumonia.

"Data UNICEF menunjukkan kematian balita di Indonesia pada tahun 2012 akibat Pneumonia mencapai 21.000. Maka dari itu, semua pihak perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan akan bahaya Pneumonia," ucap Dr. Badriul Hegar, PhD, Sp.A(K), Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada seminar Pneumonia di Demang Cafe & Resto ,Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2013). (Rizky Sulaiman Salim)

Tags
pneumonia
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved