Sabtu, 25 April 2026

Jokowi Dinilai Sok Tahu dan Tak Bisa Perjuangkan Buruh

"Jokowi kebanyakan bilang sudah tahu, 'ya saya tahu,' emangnya dia Ki Jokobodo tahu semuanya," kata orator.

Penulis: |

Laporan Reporter Tribunnews.com, Theresia Felisiani

WARTA KOTA, JAKARTA - Hingga sore ini, buruh tetap bertahan di depan Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Mereka tetap menuntut upah buruh naik menjadi Rp 3,7 juta per bulan.

Salah seorang perwakilan buruh yang tadi diterima Gubernur Jakarta Joko Widodo mengatakan Jokowi tetap tak mau mengubah angka UMP menjadi Rp 3,7 juta. Angkanya tetap Rp 2,4 juta seperti ditetapkan Jokowi pada hari ini.

"Tadi saya bagian dari perwakilan, ikut ke dalam. Di dalam Jokowi itu arogan kawan-kawan. Tadi suruh masuk, di dalam suruh tunggu 40 menit," kata seorang anggota buruh dari atas mobil untuk orasi.

Menurutnya, dalam dialog dengan buruh tadi, Jokowi merasa sudah tahu semuanya. Itu sebabnya, ia menilai Jokowi sok tahu.

"Jokowi kebanyakan bilang sudah tahu, 'ya saya tahu,' emangnya dia Ki Jokobodo tahu semuanya," kata orator.

Mengenai angka Rp 2,4 yang ditetapkan hari ini, menurut buruh, tidak adil. Mereka membandingkan dengan upah buruh di Kota Bekasi yang mencapai Rp 2,9 juta.

"Masa upah DKI kalah sama Kota Bekasi, Jakarta kan ibukota negara. Mending Gubernur Jokowi urusin monyet ajalah, urus kita aja gak bisa," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Tags
buruh
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved